Breaking News:

Ini Respons Cepat KPCPEN Menyikapi Kondisi Peningkatan Kasus Covid-19

Presiden Joko Widodo menerima laporan beberapa wilayah kini memiliki bed occupancy rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit untuk p

Editor: Diah Anggraeni
HO
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. Lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir telah direspons dengan cepat oleh pemerintah, yang diwujudkan dengan memangkas jam operasional pusat keramaian dan pengetatan disiplin masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima laporan beberapa wilayah kini memiliki bed occupancy rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid -19 sudah berada di atas 70 persen.

Tercatat ada 87 kabupaten/kota yang memiliki BOR di atas 70 persen.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah pun bergerak cepat dalam merespons lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir.

Langkah itu diwujudkan dengan memangkas jam operasional pusat keramaian dan pengetatan disiplin masyarakat dalam menerapkan 3M.

"Bapak Presiden meminta untuk terus menjaga kedisiplinan masyarakat tentang 3M dan ini merupakan penugasan di BNPB," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Polres Malinau Bakal Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Utama

Di beberapa daerah yang memiliki kasus sangat tinggi seperti Riau, Kepri, Bangkalan maupun Kudus, presiden meminta hal itu untuk segera ditindaklanjuti dengan melibatkan TNI dan Polri.

Peningkatan kasus juga memaksa pemerintah untuk mengurangi jam operasional mal dan pusat perbelanjaan.

Untuk mal dan pusat perdagangan di zona merah jam operasional diubah dari pukul 21.00 WIB menjadi 20.00 WIB.

"Jam operasional mal, pasar dan pusat perdagangan kini maksimal jam 20.00. Pengunjung juga dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas," ujar Airlangga yang juga Menko Perekonomian RI ini.

Pemerintah pun mengurangi kapasitas makan di tempat atau dine-in dari 50 persen menjadi 25 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved