Pesona Borneo
Melihat Sentra Buah Langka di Desa Swarga Bara Kutai Timur, Ada 22 Macam Khas Lokal
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mempromosikan sentra buah langka yang dihadirkan oleh Dusun Kabo 2, Desa Swarga Bara
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mempromosikan sentra buah langka yang dihadirkan oleh Dusun Kabo 2, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Momen tersebut terjadi pada saat kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur H Isran Noor ke Tuah Bumi Untung Benua pada Kamis (24/6/2021).
Gubernur Isran Noor diagendakan melakukan peresmian Pranaraksa Center dan Posyandu Porodisa sebagai wujud program kampung iklim (Proklim).
Sebelum peresmian, terdapat pemutaran video yang menunjukkan, Bupati Ardiansyah Sulaiman, mempromosikan buah langka.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata Kaltim Persilakan Pengelola Buka Tempat Wisata Seperti Biasanya
Kemudian dalam sambutannya, orang nompr satu di Kutim tersebut menjelaskan terkait kehadiran Program Konservasi Keanekaragaman Buah Langka Nusantara (Pranaraksa) yang diadopsi di Kutai Timur.
"Saya hanya sedikit menyampaikan sekilas tadi tentang Pranaraksa, kita lakukan pengumpulan bibit buah langka Kalimantan yang selanjutnya nanti ditanam di sini untuk mencegah kepunahan," ujarnya.
Terdapat 22 macam buah khas lokal yang ditanam di Pranaraksa Center sebagai upaya penyelamatan terhadap buah langka di Kalimantan Timur.
Bibit buah langka tersebut disimpan dalam tempat penyimpanan berukuran 5 kali 10 meter dengan kapasitas mencapai 5 ribu bibit.
Baca juga: Berwisata Alam di Ekowisata Bamboe Wanadesa Karang Joang Balikpapan, Bisa Kemping di Hutan nan Asri
"Ada macam-macam buah, dari buah iha, ada rambai, bahkan ada juga yang mungkin masih asing didengar namanya, Buah Gembong," ucapnya.
Oleh karenanya, lanjutnya, kehadiran Pranaraksa ini penting untuk keberlanjutan eksistensi buah-buahan langka yang ada di Kutim bahkan hingga di Kalimantan Timur.
Hal tersebut agar generasi mendatang tetap bisa mengenal buah-buahan yang sebenarnya sangat beragam.
Namun karena satu dan lain hal, keberadaanya menjadi sulit ditemukan.
Baca juga: Wisata Alam di Samarinda, Betapus Suguhkan Hamparan Sawah, Segarkan Pikiran Berikan Kebahagiaan
Mudah-mudahan dengan peresmian ini, Kabupaten Kutai Timur ke depan tetap menjadi wilayah yang turut menjaga lingkungan hidup.
"Baik melalui bekerjasama dengan stakeholder yang ada, pihak ketiga perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan sebagainya," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/buah-langka-di-kutim-kaltim.jpg)