Berita Berau Terkini

Serapan Bantuan DAK Berau Masih Rendah, Total Anggaran Rp 123,84 Miliar Baru Diserap Rp 1,35 Milia

Perjalanan penyaluran DAK Fisik wilayah Kalimantan Timur tahun 2021, terkhususnya Berau diakui masih rendah dan menjadi tantangan sekaligus evaluasi

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kaltim, Muhdi bersama Bupati Berau Sri Juniarsih membahas evaluasi perjalanan penyaluran DAK Fisik TA 2021 Berau, Kamis (24/6/2021).TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Penyaluran DAK Fisik wilayah Kalimantan Timur tahun 2021, terkhususnya Berau diakui masih rendah dan menjadi tantangan sekaligus evaluasi tersendiri.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kaltim, Muhdi mengakui penyaluran DAK Fisik tahun anggaran 2021 jauh dari kata menggembirakan.

Lantaran total pagu sebesar Rp 1,28 triliun, terakhir terserap sebesar 5,1 persen atau sebesar Rp 65,31 Miliar.

“Itu angka yang digelontorkan untuk Kalimantan Timur ya, Berau sendiri baru terserap sebanyak Rp 1,35 miliar, ya bisa diakui termasuk rendah,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (24/6/2021).

Baca juga: Pelayanan KB Gratis di 21 Puskesmas Berau, Tidak Terkendala dengan Pandemi Covid-19

Sedangkan Pagu DAK Fisik Berau sebesar Rp 123,84 miliar.

Kesimpulannya, bahwa Berau hanya menyerap sebanyak 1,1 persen untuk tahap pertama.

Muhdi juga membeberkan sesuai total kontrak kegiatan yang telah disetujui BPKAD Berau per tanggal 21 Juni sebesar 47 kontrak, dengan nilai sebesar Rp 5,59 miliar atau sebanyak 4,57 persennya.

“Ini menjadi evaluasi bagi Kabupaten Berau, melihat dua tahun belakangan untuk Berau sudah bagus sekali penyerapannya mencapai 98 persen,” jelasnya.

Kendati begitu, Muhdi menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Berau melainkan Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Padahal, jika pagu indikatif telah keluar, lelang dan kontrak bisa dipercepat di bulan November di tahun sebelumnya, dan penandatanganan kontrak bisa berlangsung di bulan Januari pada tahun mengikuti.

Baca juga: Tinjau Pelayanan KB, Bupati Berau Harap IRT Beri Jarak Kehamilan untuk Ciptakan Generasi Baik

Semakin cepat, waktu pengerjaannya juga akan bisa lebih cepat, sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan baik.

“Ya kita berharaplah, ini bisa mendorong seluruh kota maupun kabupaten bisa dengan cepat untuk menyerap dan mempercepat penyaluran DAK Fisik,” ungkapnya.

Apalagi dana transfer berupa DAK Fisik ini berperan sangat signifikan untuk APBD lantarannya nilainya cukup tinggi. Pembangunan biasanya digunakan seperti sarana sanitasi, pembangunan jalan.

“Jangan sampai tidak cepat terealisasi, ini kan berhubungan dengan pembangunan fisik ya. Angka yang lumayan besar untuk diperjuangkan,” tegasnya.

Apalagi batas kontrak yang harus diupload tidak lebih dari sebulan yakni per tanggal 21 Juli. Jangan sampai anggaran tersebut hangus untuk di tahap kedua dan ketiga.

Muhdi juga menjelaskan adanya permasalahan dan penyaluran DAK Fisik yakni seperti salah satunya proses pengadaan lelang atas kegiatan DAK Fisik 2021 belum sepenuhnya selesai.

Baca juga: Edarkan Pupuk tak Berlabel, Pria Asal Bojonegoro Diringkus Polres Berau

Sementara itu, untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeritah telah menerbitkan Surat Edaran Bersama yang bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam proses percepatan pengadaan.

“Harus dikejar kegiatannya, harus adanya komunikasi dan sinergi yang baik. Semakin cepat semakin baik, masyarakat bisa menggunakan fasilitasnya,” tutupnya. (*)

Berita tentang Berau

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved