Virus Corona di Balikpapan
Kasus Covid-19 Tertinggi Selama Seminggu, Warga Balikpapan Diimbau tak Keluar Rumah
atgas Covid-19 Kota Balikpapan mencatat lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Kota Minyak.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Satgas Covid-19 Kota Balikpapan mencatat lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Kota Minyak.
Berdasar data terbaru, ada 98 kasus terkonfirmasi positif.
Diantaranya, 47 orang bergejala dan 38 kasus perluasan tracing.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, ini merupakan peningkatan paling tinggi selama satu pekan terakhir.
"Dari jumlah yang terkonfirmasi positif, ditemukan 16 kasus Covid-19 memapar anak-anak dan 15 ibu rumah tangga," ujarnya kepada TribunKaltim.Co.
Baca juga: Kabar Tenaga Kesehatan Sudah Vaksin tapi Tetap Bisa Positif Covid-19, Pihak Sinovac Angkat Bicara
Merespon hal tersebut, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan bahkan telah berulang kali mengeluarkan peringatan ke warga.
Mengimbau untuk tidak mengerjakan aktivitas di luar rumah, apabila tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak.
Terutama kepada ibu rumah tangga, diminta untuk tidak membawa anaknya ke aktivitas menghadiri undangan maupun berbelanja.
"Kami sudah menganalisa, ada peningkatan signifikan yang terjadi. Faktornya berasal dari klaster keluarga," ucap wanita yang kerap disapa Dio itu.
Ia menambahkan, kebanyakan kasus positif Covid-19 bermula dari orangtua atau saudara yang bekerja dan beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, Kasus Baru Positif Covid-19 Meningkat, Tercatat 22 Orang
Namun, tidak mengindahkan protokol kesehatan 5 M secara ketat. Ketika kembali ke rumah tanpa melakukan proteksi dini.
Imbasnya terjadi penularan Covid-19 secara masif.
Terbukti, banyak kasus yang berasal dari klaster keluarga di Kota Balikpapan.
"Harusnyabmelakukan proteksi dengan mandi terlebih dahulu atau menjaga jarak, sehingga meminimalisir penularan," terangnya.
Selain itu, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan juga menemukan kasus dari pekerja migas, dan beberapa perusahaan swasta.
