Berita Samarinda Terkini
Viral Pernyataan Isran Noor Soal Wacana PTM di Samarinda, Andi Harun Berikan Sindiran
Wacana akan tetap digelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP di kota Samarinda yang diputuskan oleh Pemerintah Kota Samarinda, men
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Wacana akan tetap digelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP di kota Samarinda yang diputuskan oleh Pemerintah Kota Samarinda, mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.
Tanggapan Gubernur Kaltim tersebut menjadi viral di media sosial sebab pernyataannya yang terkesan menyentil keputusan Pemkot Samarinda untuk tetap melaksanakan sekolah tatap muka di tengah meningkatnya kasus Covid 19 di Kaltim.
Seperti yang tersebar di media sosial, Gubernur Kaltim memberikan pernyataan: “Biar saja dia ambil risiko, hati-hati jangan cari masalah”.
Gubernur menanggapi kebijakan Walikota Samarinda yang menyatakan akan tetap membuka sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kota Samarinda pada Juli mendatang.
Walikota mengetahui keriuhan terkait hal tersebut di media sosial.
Baca juga: Rekomendasi Izin Ketua Satgas Keluar, 50 Sekolah Siap Jalankan PTM
Melalui akun media sosial pribadinya, Andi Harun selaku Walikota Samarinda akhirnya memberikan tanggapan tentang pernyataan Gubernur Kaltim tersebut.
Andi Harun mengakui mengetahui pembicaraan tentang pernyataan Gubernur Kaltim mengenai PTM di Samarinda melalui media sosial, saat dirinya mengikuti pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Tarakan, Kalimantan Utara.
Ia menjelaskan melalui cuitannya, bahwa dirinya selaku Walikota Samarinda dan Ketua Satgas Covid 19 di Kota Samarinda tentu terus mengikuti perkembangan situasi Covid-19 di Samarinda, termasuk kondisi pendidikan yang terdampak pandemi tersebut.
Andi Harun mengemukakan tak mungkin membiarkan kondisi pendidikan yang telah satu tahun lebih berada dalam ketidakpastian.
“Dengan tetap menaruh rasa hormat kepada Bapak Gubernur Kaltim, izinkan saya menyampaikan bahwa justru berisiko sangat besar jika pemimpin membiarkan salah satu sektor strategis, yakni pendidikan, terus terpuruk di tengah Pandemi Covid-19.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud Sebut PTM Terancam Mundur
Lantas menunggu Covid-19 berakhir? tentu sama tak mungkinnya menunggu entah sampai kapan, sedangkan keadaan pendidikan sekolah kita berada dalam ketidakpastian,” tulis Walikota Samarinda tersebut melalui akun media sosial Facebooknya, Sabtu (26/6/2021).
Saat dikonfirmasi pada Minggu (27/6/2021), Walikota Andi Harun mengatakan, sebenarnya esensi dari Pemprov Kaltim dalam hal ini gubernur, dan Pemkot Samarinda adalah sama, yaitu bertujuan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Ia mengatakan dirinya perlu untuk menjelaskan bahwa metode tatap muka yang akan dilaksanakan juga mempertimbangkan banyak aspek, dari kapasitas sekolah yang dibatasi, durasi jam pelajaran, dan model interaksi siswa dan guru saat di sekolah.
“Saya berprasangka baik terhadap maksud pernyataan pak gubernur supaya kita berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan arahan dari Presiden RI untuk melakukan persiapan PTM pada bulan Juli, kami (pemkot) akan tetap melakukan adaptasi pandemi Covid-19 sesuai ketentuan perundang-undangan dan berpegang pada 'Salus populi suprema lex esto' keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi suatu negara,” ucap Andi Harun.
Baca juga: Sejumlah Guru di Tana Tidung Tak Mau Disuntik Vaksin Covid-19, Disdik Tak Akan Berikan Izin PTM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-samarinda-andi-harun-menanggapi-pernyataan-gubernur-kaltim-isran-noor.jpg)