Virus Corona di Samarinda
Dalam 3 Hari Satu Kecamatan di Samarinda Berubah Jadi Zona Merah, Andi Harun Tekankan Patuhi Prokes
Satu kecamatan di Kota Samarinda kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Kecamatan tersebut adalah kecamatan Samarinda Utara yang semula ber
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satu kecamatan di Kota Samarinda kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19.
Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Samarinda Utara yang semula berada dalam status zona kuning, dalam tiga hari meningkat drastis menjadi zona merah.
Saat ini menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda, terdapat 54 kasus aktif di kecamatan tersebut.
Sementara tiga kecamatan lainnya masih berada dalam status zona oranye, yaitu kecamatan Samarinda Ulu, Sungai Kunjang dan Sungai Pinang.
Walikota Samarinda, Andi Harun menanggapi peningkatan kasus Covid 19 ini menekankan kepada masyarakat untuk secara ketat taat dan patuh pada protokol kesehatan.
Baca juga: Ruang Isolasi Covid-19 di Balikpapan Penuh, Kapasitas Rumah Sakit Diminta Naik Dua Kali Lipat
Selain itu pemerintah kota Samarinda telah mempersiapkan opsi antisipasi untuk melakukan penyekatan secara terbatas di perbatasan Kota Samarinda.
Andi Harun mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara situasi yang terjadi di Balikpapan, Bontang dan Kukar, dengan melonjaknya Covid 19 di Samarinda.
"Kita sama sekali tidak bermaksud untuk membatasi ruang mobilitas warga, namun sebaliknya pemerintah ingin menjaga keselamatan masyarakat, maka kita pertimbangkan opsi penyekatan berdasarkan situasi yang terjadi.
Di sisi lain kita harus terus taat dan patuhi prokes secara ketat, agar kapasitas rumah sakit kita, dan kemampuan tenaga medis kita di Samarinda dapat terjaga," ujar Andi Harun pada Senin (28/6/2021).
Data dari Dinkes Kota Samarinda hingga Senin (28/6/2021) menunjukkan saat ini kapasitas keterpakaian tempat tidur rumah sakit di Kota Samarinda telah mencapai 44 persen.
Masih di bawah standar maksimal kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate) yang ditetapkan oleh WHO yakni 60 persen, namun terjadi peningkatan dari angka beberapa hari sebelumnya yaitu 29 persen.
Baca juga: Bupati Berau Berharap PTM Tetap Digelar, Kendati Kasus Covid-19 Meningkat dalam Sepekan
Terpisah Kepala Dinas kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih membenarkan jika terjadi penambahan pasien di rumah sakit di Kota Samarinda.
Namun dia mengatakan kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi di Kota Samarinda sampai saat ini masih memadai dan meyakini peningkatan kasus yang terjadi tidak akan membuat kapasitas BOR di RS di Kota Samarinda melebihi 60 persen.
"Untuk pusat karantina saat ini kita masih punya kapasitas yang memadai, awalnya kita punya satu, saat ini kita punya empat pusat karantina ditambah pusat karantina PPSDM dari provinsi," ujar Kadinkes Samarinda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kasus-covid-19-di-samarinda-mengalami-lonjakan-walikota-samarinda-andi-harun.jpg)