Virus Corona di Samarinda
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Samarinda, Dinkes Siagakan 4 Pusat Karantina
Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda telah menyiapkan empat lokasi pusat karantina untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda telah menyiapkan empat lokasi pusat karantina untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Pusat karantina tersebut disiapkan sebagai antisipasi awal untuk mencegah kelebihan kapasitas rumah sakit.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih kepada TribunKaltim.co pada Kamis (1/7/2021).
Dia menyebutkan bahwa saat ini memang terjadi peningkatan kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa rumah sakit di Samarinda yang mempengaruhi BOR secara keseluruhan.
Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Samarinda Meningkat, Wacana Kegiatan PKL Tepian Mahakam Dipertimbangkan
Maka dari itu, ia menyampaikan telah berkoordinasi dengan seluruh pimpinan rumah sakit yang ada di Samarinda untuk kembali mengaktifkan sistem rujukan terpadu (Sisrut).
"Kita aktifkan kembali Sisrut nya," tegasnya.
Tujuannya, kata dia, agar bisa mengetahui kalau di rumah sakit tertentu penuh.
"Kalau tahu penuh nanti bisa langsung dialihkan menuju rumah sakit rujukan yang lain," saat ditemui di kantor DPRD Samarinda.
Empat Pusat Karantina
Kadisnakes Ismed menyebutkan bahwa saat ini Kota Samarinda telah memiliki empat pusat karantina (puskar).
Tempat ini bisa digunakan untuk merawat pasien Covid-19 sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Empat puskar tersebut tersebar di beberapa lokasi.
Sebagai berikut ini:
- Puskar Bapelkes
- Puskar Lempake
- Puskar Sungai Siring
- Dan Puskar Palaran
Kapasitas 80 Tempat Tidur
Selain itu, terdapat pula puskar PPSDM Samarinda Seberang dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang juga dapat menampung pasien dengan kapasitas 80 tempat tidur.
"Kalau tahun lalu puskar kita hanya ada satu di bapelkes," ungkap Ismed.
Sekarang sudah ada tiga puskar lainnya ditambah puskar PPSDM.
"Milik provinsi di Samarinda Seberang," ujar Ismed.
Baca juga: Dua Hari Terakhir Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat di Samarinda, BPBD Makamkan 11 Jenazah
"Tapi kita tidak tahu, yang namanya Covid-19 ini kan pandemi, jadi kalau ada pasien yang masuk sudah berat, maka penanganannya harus di rumah sakit," lanjutnya.
Kadinkes Kota Samarinda tersebut juga mengakui bahwa menurutnya untuk kasus saat ini penyebarannya sangat cepat.
Namun Ia belum dapat menyebutkan jenis varian virus Covid-19 yang saat ini menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Samarinda.
Menurutnya untuk mengetahui varian Covid-19 tersebut harus diidentifikasi dari dinas kesehatan provinsi atau pusat.
Vaksinasi Tenaga Kesehatan
Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang ada di Kota Samarinda sendiri.
Mengacu berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda dari 10.136 jumlah tenaga kesehatan yang ada, seluruhnya telah dilakukan vaksinasi tahap pertama.
Dan hanya 8 persen nakes yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Penyekatan Berlaku di 4 Titik Wilayah Samarinda Ini
"Kalau dari kurva nya memang kita naik terus, tapi kita harus optimis bisa melewati puncak pandemi Covid-19," ujarnya.
"Seperti tiga puncak pandemi sebelumnya, apalagi saat ini sudah ada vaksinasi," pungkas Ismed.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/disiplin-pakai-masker-warga-smd.jpg)