Mata Najwa

Kesedihan Walkot Surabaya Dibongkar di Mata Najwa Tadi Malam, Hingga Tak Bisa Tidur Karena Covid-19

Bahkan Eri Cahyadi mengaku sampai tak bisa tidur saat warganya meninggal dunia akibat Covid-19.

Editor: Ikbal Nurkarim
Tangkapam layar, YouTube Najwa Shihab
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan Presenter Najwa Shihab (kanan) dalam acara Mata Najwa, Rabu (30/6/2021). Eri mengaku tak bisa tidur saat warga Surabaya meninggal dunia akibat Covid-19. 

"Alhamdulillah dengan pendekatan seperti itu pada tersentuh hatinya."

Selain itu, kata Eri, ia telah membantuk relawan pemuda yang membantu penanganan Covid-19.

"Karena di Surabaya saya bentuk Surabaya memanggil yang terdiri dari relawan anak muda yang sekarang juga ikut bergerak."

"Ada yang membantu dengan donasi, beras, tapi ada juga yang membantu dengan tenaganya."

Eri lantas menceritakan kesedihannya saat warga Surabaya meninggal karena Covid-19.

"Karena saya sedih, ketika kemarin sampai enggak bisa tidur saat warga Surabaya meninggal (dimakamkan) antrenya sampai 10 jam," tandasnya.

Baca juga: Di Mata Najwa Dokter Ungkap Covid-19 Banyak Dialami Kaum Muda, Sering Ditemukan Pasien Batuk Darah

PPKM Darurat Jawa Bali

Satgas Covid-19 Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang memasang spanduk larangan masuk lingkungan RT, Rabu (30/6). Di Kabupaten Semarang, 9 RT menerapkan mikro lockdown lantaran tingginya kasus Covid-19 di wilayah itu. Mukai 3 Juli 2021 pemerintah menerapkan PPKM darurat di Jawa dan Bali
Satgas Covid-19 Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang memasang spanduk larangan masuk lingkungan RT, Rabu (30/6). Di Kabupaten Semarang, 9 RT menerapkan mikro lockdown lantaran tingginya kasus Covid-19 di wilayah itu. Mukai 3 Juli 2021 pemerintah menerapkan PPKM darurat di Jawa dan Bali (TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS)

Pemerintah Indonesia akhirnya akan mengambil langkah baru untuk mengatasi lonjakan penularan Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan segeraa memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pembukaan Munas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu, (30/6/2021).

"Hari ini ada finalisasi kajian untuk kita melihat, karena lonjakan yang sangat tinggi dan kita harapkan selesai, karena diketuai oleh Pak Airlangga Menko Ekonomi, untuk memutuskan diberlakukannya PPKM darurat," kata Jokowi dikutip TribunWow.com dari Kompas TV.

Baca juga: Terkuak di Mata Najwa, Fenomena Baru Gejala Covid-19, Batuk Darah, Dokter Terpaksa Pilih-Pilih Nyawa

Dihimpun dari berbagai sumber, PPKM Darurat kemungkinan akan diberlakukan tanggal 2 atau 3 Juli 2021.

Kendati demikian, presiden belum memberikan penjelasan rinci dalam ceramahnya tersebut.

Presiden Jokowi hanya mengisyaratkan bahwa PPKM Darurat akan berlangsung selama satu atau dua pekan.

"Tidak tahu nanti keputusannya apakah seminggu atau dua minggu, karena petanya sudah kita ketahui khusus di pulau Jawa dan pulau Bali."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved