Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Perketat Prokes, Perpindahan Napi Antar Lapas atau Rutan di Kaltim Harus Disertai Hasil Negatif

Pandemi Covid-19 yang meningkat beberapa hari terakhir menjadi atensi semua pihak termasuk Kanwil Kemenkum HAM Kaltimtara.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Sofyan (kiri) dan Kepala Lapas Klas II A Samarinda Moh. Ilham Agung Setyawan (kanan) saat ditemui beberapa waktu lalu oleh Tribunkaltim.co. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pandemi Covid-19 yang meningkat beberapa hari terakhir menjadi atensi semua pihak termasuk Kanwil Kemenkum HAM Kaltimtara.

Bukan tanpa sebab, pasalnya jika salah satu saja Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terpapar Covid-19, maka yang lain dalam satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahan (Rutan) bisa ikut terpapar. 

Sebaran bisa semakin cepat dan susah dikendalikan lantaran seluruh Lapas dan Rutan yang juga mengalami over kapasitas. 

Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Sofyan, saat ditemui juga menegaskan sampai saat ini dari seluruh Rutan dan Lapas di bawah Kemenkumham Kaltimtara mengalami over kapasitas hingga 300 persen.

Baca juga: Direktur Narkotika Kejagung Kunjungi Lapas Tenggarong, Minta Program Rehabilitasi bagi Napi Narkoba

"Antisipasinya, melalui instruksi dari Kemenkumham sudah dari awal pandemi tidak ada kunjungan, penerimaan tahanan pun ada syaratnya, harus ada tes PCR," sebutnya, Jumat (2/7/2021) hari ini. 

Perketatan prokes yang dilakukan juga ternyata dibarengi dengan aturan kepindahan bagi narapidana yang baru dipindah ke Lapas atau Rutan. Wajib melakukan karantina selama tiga hari. 

Sedangkan petugas, wajib memeriksa suhu tubuh setiap hari, serta melakukan uji usap secara berkala. 

"Karena kalau satu saja terpapar (Covid-19), 86 persen (WBP) semua akan kena," tegasnya. 

Semisal ada WBP yang terkonfirmas, pihak Lapas atau Rutan akan melakukan karantina dan diberikan penanganan pertama. 

Baca juga: Anggaran Pelatihan Bagi Eks Narapidana Terbatas, Bapas Klas II Samarinda Akan Temui Walikota

"Kami asingkan dulu sambil memanggil tenaga medis. Keputusannya nanti antara dua, apakah masih disini atau di luar untuk di karantina. Kalau masih gejala mungkin di dalam sel tapi dipisahkan dengan yang lain," tegas Sofyan. 

Dirinya juga mengatakan bahwa sebaran wabah memang sempat melanda beberapa Lapas dan Rutan. 

Setidaknya dari 12.000 WBP ada 150 orang yang sempat terjangkit Covid-19.

Tetapi saat ini mata rantai wabah Covid-19 ini masih bisa teratasi. 

"Kemarin yang terpapar itu paling parah di Lapas perempuan (Tenggarong), tapi sudah teratasi. Kami sangat ketat dengan prokes, sebaran yang terjadi juga bisa dikatakan sangatlah kecil," pungkasnya.

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved