Virus Corona di Balikpapan
Pasien Covid-19 Menumpuk, RSKD Balikpapan Berencana Tutup Layanan UGD
Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan berencana akan menutup layanan Unit Gawat Darurat (UGD).
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan berencana akan menutup layanan Unit Gawat Darurat (UGD).
Hal tersebut akan dilakukan apabila kapasitas rumah sakit tak sanggup lagi menampung pasien Covid-19.
Diketahui, RS Kanujoso Djatiwibowo telah membuka 200 tempat tidur dan 30 tempat tidur ICU khusus pasien terkonfirmasi positif.
Apabila seluruhnya penuh, maka pasien akan ditampung di UGD rumah sakit dengan kapasitas maksimal 30 tempat tidur.
Baca juga: Puluhan Pasien Covid-19 Dirawat di Lorong, UGD RSKD Balikpapan Zona Merah
Direktur RS Kanujoso Djatiwibowo, Edy Iskandar mengatakan kondisi itu akan menjadi masalah tersendiri.
Sebab, pasien akan menumpuk di layanan UGD rumah sakit.
Jika membludak, maka rumah sakit akan menutup layanan UGD.
"Ketika rawat inap penuh, UGD kita maksimalkan membantu pasien darurat. Setelah kapasitas UGD penuh, maka dinyatakan ditutup," ujarnya, Sabtu (3/7/2021).
Skenario itu rupanya telah disiapkan RS Kanujoso Djatiwibowo, mengantisipasi penuhhya layanan UGD di rumah sakit.
Baca juga: Puluhan Pasien Covid-19 Dirawat di Lorong, UGD RSKD Balikpapan Zona Merah
Ia pun meminta pengertian, apabila kondisi itu terjadi, maka pihaknya mengarahkan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit lain.
Masyatakat juga diharapkan bisa melaksanakan isolasi mandiri apabila hanya mengalami gejala ringan Covid-19.
"Kita harap rumah sakit lain juga bisa membantu untuk menambah ruang isolasi Covid-19. Mengingat pasien positif semakin meningkat," jelasnya.