Berita Bontang Terkini
Alat Sensor Ketinggian Air Sungai di Jalan Flores Milik Komunitas Kompas Bontang Dirusak
Koordinator Kompas Willy Permadi pun menyesalkan aksi pengrusakan yang dilakukan oleh oknum yang tak dikenal itu.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Alat sensor diteksi dini bencana banjir milik Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas), di Jalan Flores Bontang Barat, Kota Bontang dirusak orang tak dikenal.
Koordinator Kompas Willy Permadi pun menyesalkan aksi pengrusakan yang dilakukan oleh oknum yang tak dikenal itu.
Alat canggih yang dibuat swadaya oleh anggota Komunitas Kompas ini, untuk memantau ketinggian air sungai sebagai antisipasi banjir yang kerap melanda Bontang selama ini.
"Ya, kehilangan satu sensor peringatan dini potensi banjir. Supportnya juga dipatahin," terangnya, Selasa (06/07/2021).
Baca juga: Pemkot Bontang Bahas Aturan Baru PPKM Mikro, Aktivitas di Rumah Ibadah Terancam Distop
Dijelaskan Welis, alat ini terakhir mengirim data ketinggian air sungai pada, 1 Juli lalu.
Data ini biasanya digunakan untuk informasi yang biasa dipublik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang.
"Ini kan buat informasi masyarakat setiap kali terjadi hujan. Jadi bisa diantisipasi," terangnya.
Ia juga mengatakan, ini kali ke dua ke hilangan alat diteksi di lokasi yang sama.
Baca juga: Proyek Kilang Dibatalkan, Pemkot Bontang Tunggu Investasi Lain
"Disini sudah dua kali hilang. Memang disini rawan. Ini itu manfaatnya besar untuk kepentingan banyak orang. Saya harap masyarakat disini juga bisa ikut menjaga lah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alat-sensor-pengukur-ketinggian-air-sungai-untuk-diteksi-dini-bencana-banjir-di-jalan-flores.jpg)