Banjir di Samarinda
Muncul Opsi SMPN 24 Samarinda Dipindah karena Sering Dilanda Banjir
Muncul opsi pemindahan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Muncul opsi pemindahan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan tiba.
Memang lokasi sekolah ini jauh lebih rendah dari dataran sekitarnya.
Jelas saja, berakibat rawan banjir, jika intesitas hujan tinggi maka membuat sekolah mulai tergenang air.
Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Asli Nuryadin kepada TribunKaltim.co pada Selasa (6/7/2021).
Baca juga: Pemkot Samarinda Akan Kaji Penyebab Banjir di Lok Bahu dan Karang Asam Ulu
Kata dia, tahun 2021 ini saja, sekolah yang terletak di Jalan P. Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sudah dua kali terendam.
Sejumlah buku paket yang menjadi bekal peserta didik dalam pembelajaran ikut rusak.
Pembagian buku paket yang direncanakan pada Juli ini juga terganggu. Lantaran, masih kekurangan dua ribu buku pelajaran.
Karena itu, ujar Asli Nuryadin, jika dalam waktu dekat akan ada perbaikan drainase di SMPN 24 Samarinda.
Baca juga: Walikota Andi Harun Datangi Istana Temui KSP, Lobi Dana Penanggulangan Banjir Samarinda
"Langkah dekat ini tanggulnya (sistem drainase) masih diproses oleh PUPR Samarinda. Mudah-mudahan ini bisa cepat dikerjakan agar tidak banjir," ucap Asli Nuryadin.
Menurutnya, buku paket yang rusak, akan ada pengadaan buku dibantu menggunakan dana bantuan operasional sekolah daerah (bosda).
Tapi dalam penggunaannya, Disdik kini tengah menunggu laporan secara rinci terkait jumlah dan buku pelajaran apa saja yang rusak.
Dana BOS Nasional
Untuk dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS Nasional kan serba diatur itu untuk pembelian bukunya. Katanya, jangan-jangan sudah belanja.
Duit itu kan adanya di sekolah, nanti akan didiskusikan lagi boleh tidak untuk beli buku lagi.
"Jika dananya masih ada saya kira bisa saja digunakan nanti tinggal dibuatkan izinnya dibarengi dengan buktinya," beber Asli.
Tidak hanya perbaikan sistem drainase saja yang akan diwujudkan.
Dipindahkan ke Terminal
Diskusi Disdik Samarinda dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, juga memunculkan opsi lain.
Pemindahan sekolah jadi opsi penanganan jangka panjang yang muncul dalam penyelesaian fasilitas pendidikan yang jadi langganan banjir.
Rencananya, SMPN 24 akan dipindahkan ke Terminal Sungai Pinang yang kini tidak terurus alias terbengkalai.
"Ada saya diskusi dengan Pak Walikota, bahwa (SMPN 24) itu akan dipindah ke eks terminal sungai pinang," ungkapnya.
Baca juga: Korban Banjir di Kelurahan Lok Bahu dan Karang Asam Ulu Samarinda Dapat Bantuan Logistik
Tapi itu perlu berproses, tidak bisa sekejap langsung diwujudkan, butuh perencanaan matang agar ke depan tidak menimbulkan persoalan baru.
"Namun yang pertama, ya tanggul itu dulu opsinya," jelas Asli.
Rencana Tahun 2022
Sebelum sekolah ini berpindah, beberapa perencanaan mesti dikerjakan terlebih dahulu.
Lokasi serta bangunan sekolah mesti dipersiapkan lebih dulu, setelah itu baru proses perizinan.
Paling tidak proses perpindahan sekolah bisa berjalan pada tahun depan 2022.
Asli menyatakan, paling tidak perencanaan dahulu, kebetulan itu PUPR yang menggarap.
"Info yang saya dapat sudah mulai digarap, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai bisa dibangun," ujarnya.
Hujan Deras, Sekolah Kebanjiran
Diberitakan sebelumnya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 24 juga jadi korban tergenang, hingga capai pinggang orang dewasa.
Sekolah yang berdiri di Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda ini, untuk yang kedua kalinya terendam air bercampur lumpur.
Hal ini juga pernah terjadi, bahkan sebelumnya setinggi bahu orang dewasa, persis pada Januari 2021 lalu.
"Tadi saya langsung ke sekolah pas hujan deras, kebetulan rumah dekat kan. Saya tadi langsung coba selamatkan apa saja, terutama buku sekolah," ungkap Nanang Kasiani Wakil Kepala SMP 24 bidang Bidang Sarana dan Prasarana, Jumat (2/7/2021).
Baca juga: Cerita Unik di Samarinda Saat Musibah Banjir dan Longsor, Jasa Gerobak Hingga Bantu Hidupkan Motor
Walau banjir tidak separah sebelumnya, tetapi ada sekitar 1.700 buku yang terendam.
Keberadaan buku mata pelajaran tersebut sebenarnya akan dibagikan ke peserta didik pada 12 Juli mendatang. Sebelum memasuki tahun ajaran baru.
Buku-buku ini banyak yang baru, pengadaan pasca banjir sebelumnya kan, ada selamat hampir dua ribu. "Tapi masih kurang untuk dibagikan nanti," ujarnya.
Sebelumnya pas banjir awal tahun lalu masih kurang 500 buku. "Ditambah banjir ini jadi kurang sekitar 2.000 buku lagi," pungkas Nanang Kasiani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rencana-akan-dipindahkan-ke-terminal.jpg)