Longsor di Samarinda
Cerita Unik di Samarinda Saat Musibah Banjir dan Longsor, Jasa Gerobak Hingga Bantu Hidupkan Motor
Banjir di kawasan Jalan Poros Tenggarong - Samarinda, Jumat (2/7/2021), membuat para pengendara roda dua kelimpungan.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banjir di kawasan Jalan Poros Tenggarong - Samarinda, Jumat (2/7/2021), membuat para pengendara roda dua kelimpungan.
Ada yang terpaksa memutar balik kendaraan, ada pula yang mencoba menerobos namun berakhir nahas. Mesin kendaraannya mati.
Namun ada hal unik yang TribunKaltim.co dapat dari musibah banjir ini.
Yaitu dengan hadirnya pemuda-pemuda setempat yang menawarkan jasa menyebrangi banjir menggunakan gerobak.
Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Pagi, Jalan Poros Tenggarong - Samarinda Terendam, Pengendara Putar Balik
Dengan tarif Rp 50 ribu per kendaraan, para pemuda tersebut beramai ramai mendorong gerobak mengantar sang pengguna jasa.
Beberapa warga yang menggunakan jasa mereka mengaku terbantu dengan kehadiran anak muda setempat tersebut.
"Mahal sih, tapi lumayan membantu daripada motor mati enggak sampai kantor kita. Belum lagi kalau harus turun mesin lebih mahal," ucap Nino (37) warga yang menggunakan jasa tersebut.
Sementara itu, Beni Hendrawan salah seorang pemuda yang menawarkan jasa, menerangkan sejak Pukul 10.00 WITA mereka sudah berada di lokasi tersebut.
"Tadi bangun rumah Saya sudah banjir. Jadi buru-buru panggil teman ambil gerobak ke sini," terangnya.
Baca juga: BPBD Kaltim Sudah Terjun ke Lokasi Bencana di Samarinda, Berikut Daerah yang Dituju
"Ini banjir terparah kedua sih, kayak tahun lalu. Tapi ini lebih parah deh," ucap pemuda berusia 23 tahun tersebut.
Ia menjelaskan tujuan mereka menawarkan jasa tersebut lantaran merasa kasihan dengan para pengendara yang mengalami mati mesin.
"Bayangin mba, kalau mesinnya mati harus ganti oli dan lain sebagainya kan lebih dari Rp 50 ribu?" Ngelesnya.
Selain itu juga, Ia dan rekan-rekannya mengaku mencari penghasilan dari jasa tersebut.
Baca juga: NEWS VIDEO Longsor di Jalan Suryanata Samarinda, Dua Rumah Terdampak
"Daripada di rumah nganggur mending begini berguna bagi masyarakat, kita juga dapat duit. Daripada ngehalu aja di rumah dapat sakitnya aja," ucap Beni tertawa.
Selain mereka, ada juga anak remaja berusia 10 - 13 tahun yang membantu masyarakat untuk menghidupkan kembali kendaraan pengguna jalan yang mati saat menerjang banjir.
"Cuma 20 ribu aja Kak satu motor. Kasihan aja kakak-kakak yang lewat motornya mati, apalagi cewek, kasihan bisa nggak kuat ngengkol," ucap Rio (12).