Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona di Malinau

UPDATE Virus Corona di Malinau, Suspek Covid-19 Bertambah hingga 7 Kasus Meninggal

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau kembali mendapatkan laporan semakin meningkatnya kasus Covid-19

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
PANDEMI CORONA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa dan Ketua DPRD Malinau, Ping Ding memberikan motivasi tenaga kesehatan sebelum mengantar ke Bandara Kol RA Bessing Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau kembali mendapatkan laporan semakin meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Bupati Malinau Wempi W Mawa mengantar keberangkatan Kepala Dinas Kesehatan P2KB beserta 7 tenaga kesehatan lainnya ke wilayah Apau Kayan, Kamis 8 Juli 2021.

Kadis Kesehatan dan tenaga kesehatan diberangkatkan ke wilayah perbatasan RI-Malaysia untuk penanganan pasien Covid-19 yang kini semakin meningkat.

"Hari ini Pak John (Kadis Kesehatan) dan Nakes lainnya diberangkatkan untuk membantu penanganan pasien di sana," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Bolehkah Vaksin Covid-19 Dosis 1 dan 2 Beda Merek, Begini Penjelasan Kepala Dinkes P2KB Malinau

Di Apau Kayan saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan.

"Karena sebagian juga terpapar Covid-19," ujarnya.

7 Kasus Meninggal

Sebelumnya, Kepala Adat Besar Apau Kayan Ibau Ala mendapatkan laporan tambahan warga yang dinyatakan positif hasil tes antigen.

Selain itu pihaknya juga mendapat kabar ada 7 tambahan kasus meninggal dunia dan 5 warga Kecamatan Kayan Hulu yang menjalani isolasi mandiri dikabarkan dalam kondisi kritis saat ini.

Selain tenaga kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau juga mengirimkan tambahan keperluan medis.

Seperti obat-obatan, alat pelindung diri, dan kebutuhan penanganan Covid-19 lainnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Malinau Belum Menjangkau Seluruh Pelayan Publik

Bukan hal yang mudah bagi tenaga kesehatan ketika ditugaskan di wilayah perbatasan RI-Malaysia yang notabenenya, keadaan serba terbatas.

Ditambah, keberangkatan tenaga medis ke wilayah Apau Kayan bukam tugas pelayanan kesehatan biasa.

Melainkan penanganan Covid-19 yang kini diperangi oleh seluruh daerah.

Tenaga kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat di perbatasan saat ini.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Direktur RSUD Malinau Sebut Stok Bed dan Tabung Oksigen Cukup

"Setidaknya upaya kami mengantar sampai keberangkatan merupakan bentuk dukungan kepada tenaga kesehatan yang akan bertugas ke sana," kata Wempi W Mawa.

Sementara itu, satu dari delapan tenaga kesehatan yang diberangkatkan ke wilayah Apau Kayan, Marleni Rovana, mengatakan.

Masing-masing tenaga kesehatan telah mengerti konsekuensi ditugaskan ke wilayah perbatasan.

Menurutnya, telah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang Nakes untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Makodim Malinau Kamis 8 Juli 2021, Berikut Syarat yang Menerima

"Kita sudah mengerti bagaimana kondisi di sana. Saya kira ini soal tanggung jawab dan mesti kita laksanakan," ujarnya.

"Intinya kita sudah siap dan risiko yang dihadapi dalam penanganan Covid-19," katanya.

Siang hari, Bupati, Wakil Bupati dan jajarannya bersama Ketua DPRD Malinau, Kepala Adat Besar Apau Kayan mengantar keberangkatan tenaga kesehatan di Bandara Kolonel RA Bessing.

Rencananya, seluruh Nakes yang berangkat akan memberikan laporan mengenai perkembangan terbaru kepada Satgas Penanganan Covid-19 Malinau. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved