Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

3 Anggota Polisi Terlibat Cekcok Anggota Paspampres Diperiksa Propam, Kapolres Juga Minta Maaf

Danpaspampres minta polisi paham aturan PPKM Darurat, sehingga tak terjadi miss komunikasi saat penegakkan di lapangan.

Tayang:
Editor: Ikbal Nurkarim
Kolase Tribunkaltim.co / Istimewa Via Tribun Jakarta
Perselisihan Paspampres dan oknum polisi, 3 anggota polisi terlibat cekcok anggota Paspampres diperiksa Propam, kapolres juga minta maaf 

TRIBUNKALTIM.CO - Keributan melibatkan anggota Paspampres dengan polisi di Jakarta Barat baru-baru ini jadi sorotan publik.

Namun keributan tersebut tidak berlangsung lama, dan kini ketegangan kedua belah pihak sudah redam.

Ketegangan antara anggota Paspampres dengan polisi di Jakarta Barat itu viral di media sosial dan menarik reaksi masyarakat.

Diduga, ketegangan terjadi berkaitan dengan penerapan PPKM darurat yang diterapkan di Jakarta.

Dalam video nampak oknum polisi yang bersikap arogan saat menerapakan PPKM darurat.

Baca juga: Sosok Pendamai Cekcok Pasmpampres dan Polri, Danpaspampres Minta Polisi Paham Aturan PPKM Darurat

Pada akhirnya Danpaspampres minta polisi paham aturan PPKM Darurat, sehingga tak terjadi miss komunikasi saat penegakkan di lapangan.

Dilansir dari Kompas.com tiga anggota kepolisian yang terlibat cekcok dengan seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di pos penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (7/7/2021) masih diperiksa Propam Polda Metro Jaya.

Video cekcok kedua belah pihak beredar di tengah-tengah masyarakat.

"Berkaitan dengan video itu kami melakukan pemeriksaan kepada anggota yang salah paham di Kalideres itu. Tiga anggota sejauh ini yang kita periksa. Resmobnya Jakarta Barat," kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Bhirawa Braja Paksa, saat dihubungi, Kamis (8/7/2021).

Bhirawa menegaskan, yang terjadi di antara kedua belah pihak adalah kesalahpahaman.

Menurutnya, sikap anggota kepolisian saat berinteraksi dengan anggota Paspampres bernama Praka Izroi itu seharuanya bisa lebih humanis.

Baca juga: NEWS VIDEO Anggota Paspampres Ricuh dengan Petugas Penyekatan PPKM Darurat

"Kalau kita perhatikan dari video itu kan memang sikapnya marah-marah ya anggota kita (polisi) itu. Memang kan di dalam melayani masyarakat seharusnya lebih humanis, lebih sopan," kata Bhirawa.

"Di dalam aturan kita memang di dalam layani masyarakat anggota Polri tidak boleh bersikap seperti itu ya. Jadi kemungkinan kita akan periksanya ke arah situ. Pemeriksaan masih berlangsung," imbuhnya.

Diketahui, sejumlah anggota Paspampres sempat mendatangi Mapolres Jakarta Barat pada Rabu malam imbas adanya permasalahan ini.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menyatakan bahwa permasalahan ini telah selesai.

"Memang ada kesalahpahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif," kata Ady saat dihubungi.

Ady mengaku telah meminta maaf kepada Komandan Paspampres (Danpaspampres) atas kesalahpahaman tersebut.

Sebelumnya, Praka Izroi, terlibat perdebatan dengan para petugas di pos penyekatan PPKM darurat Jalan Daan Mogot. Kepada petugas, Izroi mengaku anggota Paspampres.

Saat itu, Praka Izroi yang memakai pakaian sipil mengaku akan apel. Perdebatan sempat terjadi saat petugas meminta kartu anggota milik Izroi untuk memastikan kebenarannya.

Sejumlah tentara yang bertugas juga meminta KTA (kartu tanda anggota) yang bersangkutan. Namun, ia tidak bisa menunjukkan KTA dengan alasan masih diproses.

Baca juga: NEWS VIDEO Puluhan Paspampres Geruduk Polres Jakbar

Ia hanya menunjukkan identitas lain untuk membuktikan ia anggota TNI. Dalam video, Izroi mengaku salah kepada para petugas.

"Siap, saya salah," ucap dia.

Praka Izroi juga ditegur oleh para tentara yang bertugas. Ia diingatkan bahwa semua petugas di pos penyekatan berjaga 24 jam.

"Kau ngomong baik-baik," kata seorang pimpinan TNI yang bertugas di pos.

"Siap," jawab Izroi sambil memberi hormat.

Sebelum meninggalkan lokasi, Praka Izroi dan para petugas juga terlihat bersalaman. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motornya.

Danpaspampres sebut ada kesalahpahaman aturan PPKM darurat.

Dilansir Tribunnews.com Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan keributan anggota Paspampres dengan petugas kepolisian di Daan Mogot, Jakarta Barat, adalah kesalah pahaman soal aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dari itu, Mayjen Agus, mengatakan perlu ada sosialisasi lebih terang soal aturan penyekatan PPKM Darurat.

Kata dia, masih ada beberapa hal yang mengakibatkan masih ada masalah di lapangan.

Salah satunya, lanjut dia, petugas lapangan belum paham benar aturannya. "Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, kritikal," kata Mayjen Agus kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: TERKUAK Duduk Perkara Puluhan Paspampres Geruduk Polres Metro Jakbar, Polisi Belum Paham Aturan PPKM

Dia mengutip Inmendagri 15/2021 bahwa pekerja di bidang esensial dan kritikal boleh melewati penyekatan PPKM darurat.

Adanya petugas yang tak paham berimbas pada miskomunikasi di lapangan.

Apabila aturan tidak dipahami petugas, tambahnya, maka akan terjadi miskomunikasi antara petugas dan warga yang bekerja di sektor yang dibolehkan selama PPKM darurat.

Soal keributan Paspampres dengan petugas PPKM Darurat itu, Mayjen Agus menjelaskan 75 persen anggota Paspampres tinggal di luar asrama.

Tempat tinggal mereka tersebar di wilayah Jabodetabek. "Setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik 2 penyekatan," kata Mayjen Agus.

Tanggapan Kapolres

Menanggapi kejadian itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, menduga ada perilaku anggotanya yang kurang pantas saat melakukan penyekatan PPKM darurat, sehingga terjadi kesalahpahaman.

Namun demikian, dia memastikan bahwa kasus tersebut sudah selesai. Situasinya saat ini pun sudah kondusif.

"Memang ada kesalapahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif," kata Ady saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, untuk meluruskan peristiwa tersebut, Ady juga mengaku telah menemui Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Baca juga: NASIB Pengendara Moge Terobos Ring 1 Kini, Mantan Danpaspampres Ikut Bersuara, Maaf Saja tak Cukup

Ia mengaku sudah meminta maaf secara langsung atas apa yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan terhadap seorang anggota Paspamres.

"Permasalahan ini sudah selesai, saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres," ujarnya.

Sementara itu, empat anggota polisi yang bersitegang dengan Praka Izroi sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya.

"Empat personel yang terlibat cek-cok dengan Praka Izroi sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Ady. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved