Berita Nasional Terkini
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Takjub Dengar Ceramah Cerdas Pendakwah Soal Polemik Masjid & Pasar
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo takjub dengar ceramah cerdas pendakwah kondang tanah air soal polemik masjid dan pasar.
TRIBUNKALTIM.CO - Ceramah ustadz Dasad Latif membuka pikiran banyak orang terhadap polemik masjid dan pasar di tengah PPKM Darurat.
Pendakwah kondang tanah air tersebut menggunakan logika sederhana untuk menguraikan persoalan yang tengah jadi sorotan di tengah masyarakat.
Persoalan penutupan masjid atau rumah ibadah di tengah PPKM Darurat yang dilakukan beberapa pemerintah daerah menimbulkan pertentangan.
Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut tak adil.
Lantaran pemerintah masih membuka pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar dan super market.
Tempat tersebut jauh lebih berpotensi menimbulkan kerumunan besar ketimbang masjid.
Namun ustadz Dasad Latif menyampaikan ceramah yang isinya mengomentari hal tersebut.
Penjelasan ustadz Dasad Latif pun direspon oleh dua sosok gubernur yang berpotensi tampil di kontetstasi Pilpres 2024.
Adalah Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta dan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah.
Bisa dibilang Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo takjub dengar ceramah cerdas pendakwah kondang tanah air soal polemik masjid dan pasar.
Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: Tangan Besi Anies Baswedan, 3 Pimpinan Perusahaan Dipolisikan Gegara Langgar PPKM Darurat di Jakarta
Dilansir Kompas.TV Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi ceramah Ustad Dasad Latif yang menjawab pertanyaan mengapa masjid ditutup dan pasar dibuka.
Pertanyaan ini belakangan jadi perbincangan di media sosial setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali.
Dalam Instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali, tempat ibadah serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.
Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibuka, namun jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 WIB waktu setempat dan kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen.