Virus Corona di Berau

BPBD Berau Menyayangkan Sikap Beberapa Pemilik Cafe, tak Mengindahkan PPKM Mikro

Pengetatan PPKM Mikro di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur masih berlangsung hingga 20 Juli nanti

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PPKM MIKRO - Satgas penanganan Covid-19 ingatkan sejumlah pelaku usaha untuk tutup di pukul 21.00 Wita, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (9/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pengetatan PPKM Mikro di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur masih berlangsung hingga 20 Juli nanti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin, kerap mengingatkan kepada pelaku usaha di Berau untuk memahami edaran yang berlaku terkait PPKM Mikro.

Dia mengungkapkan, sangat menyayangkan sikap beberapa pemilik cafe yang belum mengindahkan surat edaran Bupati Berau terkait PPKM Mikro.

"Untuk menutup usaha hingga jam sembilan malam," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Tetap Perketat PPKM dan Tunggu Instruksi Pusat, Pemkab Berau Terus Evaluasi secara Rutin

Padahal sudah dijelaskan, aturannya, rumah makan, cafe, atau restoran pedagang kaki lima, hanya boleh melakukan pelayanan maksimal 25 persen saja, dari kapasitas tempat makan.

Lalu selebihnya dilayani dengan sitem take away. Ketentuannya hingga pukul 21.00 Wita.

Daerah Prioritas Penjagaan

Menurut Kepala BPBD Berau, Thamrin, dengan adanya surat edaran Bupati Berau, yang membatasi jam malam, memang sudah berakhir pada 5 Juli 2021 kemarin.

Namun dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro akan berlangsung hingga 20 Juli nanti.

Solusi mengatasi pelaku usaha yang masih bandel, pihaknya memiliki titik lokasi penjagaan menjadi prioritas untuk penjagaan.

Masih ditemukan banyak daerah yang masih ada aktivitas berjualan.

Baca juga: Harus Tunjukkan Hasil Tes PCR, Sejumlah Calon Penumpang di Bandara Kalimarau Berau Gagal Berangkat

"Kita fokus di pinggir sungai, Jalan Pulau Derawan dan Jalan Ahmad Yani," ujarnya.

Karena di kawasan pinggir sungai tempat langganan para pedagang dianggap cukup rawan penyebaran Covid-19.

"Karena terlalu berkumpul banyak orang," jelas Thamrin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved