Pria Ditemukan Tewas
Sebelum Tewas Akhiri Hidupnya, Korban Tinggalkan Sebuah Koper dan 3 Surat
Sebelum berbuat nekat mengakhiri hidupnya, rekan kerja korban di kantor ekspedisi saat ditemui mengungkapkan korban terlihat gelisah dalam beberapa
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebelum berbuat nekat (gantung diri), rekan kerja korban di kantor ekspedisi saat ditemui mengungkapkan korban terlihat gelisah dalam beberapa hari ini.
Kantor ekspedisi tempat korban bekerja di Jalan Kapten Soedjono, Gang Permata RT 21, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kaltim pada Selasa (13/7/2021) ramai didatangi warga.
Pasalnya tidak ada yang mengira, Agung Henriyanto (35), warga perantauan dari Madiun, Jawa Timur ini melakukan aksi nekat.
Popo (39), rekan korban, mengatakan keseharian korban adalah sebagai karyawan bongkaran kontainer.
Agung sudah menikah dan memiliki satu orang anak yang berada di kota asalnya.
Baca juga: Seorang Warga Paser, Kaharuddin Terjun ke Sungai Kandilo Tanpa Busana, Diduga Bunuh Diri
"Sudah berkeluarga. Istrinya seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia), cuman saya nggak tahu kerja di negara mana. Jadi merantau ke sini," ucap Popo ditemui, Selasa (12/7/2021) hari ini.
Ditanya apakah ada masalah dengan karyawan lain di lingkungan kerjanya, Popo menegaskan tidak ada.
Dia juga berkata bahwa tak pernah ada masalah.
Hanya saja dua hari sebelum ditemukan gantung diri, Agung sering menelponya dan menanyakan berada di mana.
"Tidak ada masalah sama sekali, baik-baik saja. Beberapa hari sering telpon tanya di mana, cuman saya bilang kerja. Nah dia juga sering sampai siang saja kerjanya setelah itu kembali ke kantor," ujar Popo.
Kantor ekspedisi tempat operasional kerja korban juga jadi tempat tinggalnya, Popo juga terkejut sebuah koper lengkap dengan pakaian korban sudah rapi.
Baca juga: Diduga Depresi Berat, Seorang Pria di Sangatta Coba Bunuh Diri di Jembatan Pinang Kutai Timur
Dan lagi ada tiga carik kertas yang ditinggalkan pelaku, seperti surat wasiat.
Namun dirinya dan pihak keluarga tidak berani membuka karena menunggu kepolisian.
"Barang-barangnya juga ada dan sudah disiapkan di koper, seperti sudah disiapkan. Dia tidurnya di kantor, berdua sama teman, cuman teman yang menemaninya juga syok saat kami tanya. Ada tiga surat, seperti surat wasiat dari almarhum," tutur Popo lagi.
Popo menyerahkan sepenuhnya ke pihak keluarga untuk penguburan jasad pria asal Madiun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/popo-kaos-merah-rekan-kerja-korban-menyaksikan-unit-inafis-satreskrim-polresta-samarinda.jpg)