Amalan dan Doa
Bacaan Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW Ketika Sakit, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Bacaan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika sakit, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
TRIBUNKALTIM.CO - Bacaan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika sakit, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Kitab suci Alquran merupakan mukjizat yang hanya diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad.
Di dalammnya terkandung semua pedoman hidup kepada Nabi terakhir, dan dijadikan petunjuk bagi umat setelah Nabi Muhammad. Alquran adalah pembeda dengan kitab-kitab lain yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad.
Salah satu nama Alquran adalah asy-Syifa yang berarti penyembuh. Hal ini seperti diutarakan As-Sa’di dalam kitabnya, Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan, bahwa Alquran adalah penyembuh bagi semua penyakit hati dan jasmani.
Dalam Surat al-Isra’ ayat 82, Allah Swt berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.
Sebagia ulama mengartikan obat dalam ayat tersebut sebagai obat yang berkenaan dengan penyakit hati, menghilangkan tirai kebodohan dan menghapus keraguan akan kebesaran tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Baca juga: Jangan Tinggalkan Sholat Sunnah Dhuha, Ini Niat, Bacaan Doa dan Keutamaannya
Baca juga: Doa Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Sebelum Idul Adha 2021
Pendapat ulama lainnnya, Alquran sebagai obat penawar penyakit lahir seperti sakit kepala, infeksi dan lain sebagainya.
Rasulullah memohon kesembuhan dan berobat dengan menggunakan ayat Alquran. Di antaranya hadis riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Nasai, bahwa mula-mula Rasulullah melindungi diri dari segala penyakit dan serangan musuh dengan bacaan ta’awwudz dan beberapa kalimat dzikir.
Namun, setelah turunnya surat al-Falaq dan al-Nas, beliau mencukupkan dengan kedua surat tersebut dan meninggalkan selainnya.
Sahabat Nabi, Abu Sa’id al-Khudri pernah menyembuhkan seseorang yang terkena sengatan ular dengan bacaan ayat “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin” sebanyak tujuh kali.
Berdasarkan fakta yang berulang kali teruji kebenarannya Alquran sebagai penyembuh sejak masa Rasulullah, Sahabat, Tabi’in. Hingga kurun setelahnya, menunjukan bahwa Alqur’an dapat mengobati penyakit racun, gila, luka dan penyakit lahir lainnya.
Ibnul Qayyim dalam kitabnya, Zad al-Ma’ad, menjelaskan, Alquran adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Tidak setiap orang diberi keahlian dan taufik untuk menjadikannya sebagai obat.
Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya, dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kukuh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apa pun tidak akan mampu menghadapinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-sedang-berdoa-sebelum-tidur.jpg)