News Video
NEWS VIDEO Mahfud MD Kritik Jalan Cerita Sinetron Ikatan Cinta
Ternyata Menko Polhukam Mahfud MD nonton sinetron Ikatan Cinta, kritiknya di twitter jadi sorotan tajam.
TRIBUNKALTIM.CO - Siapa sangka Menko Polhukam Mahfud MD mengikuti drama sinetron Ikatan Cinta.
Ya, sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI itu jadi siaran paling populer di Indonesia.
Bahkan ada yang menyebut setengah penduduk Indonesia mengikuti jalannya cerita sinetron Ikatan Cinta.
Salah satunya Mahfud MD, komentarnya di twitter menyangkut sinetron Ikatan Cinta mendadak viral.
Dalam komentaranya di twitter yang jadi sorotan itu, Mahfud MD mengkritik adanya cacat logika dalam jalan cerita sinetron Ikatan Cinta.
Menko Polhukam Mahfud MD menyayangkan pemahaman hukum tim penulis cerita Ikatan Cinta RCTI yang kurang tepat.
Terutama soal hukum, persisnya berkaitan dengan prosedur penahanan seorang tersangka.
Dalam jalan cerita sinetron Ikatan Cinta, penahanan tersangka hanya bermodalkan pengakuan dalam episode Ikatan Cinta belum lama ini.
Baca juga: TERUNGKAP Penyebab Satpol PP Naik Darah Pukul Ibu Hamil 9 Bulan, Lepas Kendali Saat Terima Hal Ini
Baca juga: Penulis Ikatan Cinta Minta Maaf, Singgung Tingkah Evan Sanders dan Glenca Chysara
Dilansir TribunSumsel.com dalam artikel berjudul Mahfud MD Kritisi Pemahaman Hukum Tim Penulis Ikatan Cinta Soal Penahanan Tersangka
Sebagai sinetron yang ditonton hampir separuh jumlah penduduk Indonesia, Ikatan Cinta memberikan pengaruh kepada penontonnya.
Terutama masalah hukum acara pidana dan hukum Islam.
Namun muncul beberapa blunder dan plot hole pada beberapa episode lalu.
Terutama soal prosedur penahanan seorang tersangka dan alat bukti yang hanya mengandalkan pengakuan.
Kini, masalah prosedur penahanan seorang tersangka dalam sinetron Ikatan Cinta memasuki babak baru.
Kali ini yang berkomentar bukan orang yang sembarang.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menko Polhukam), Prof Mahfud MD pun ikut berkomentar.
Pakar Hukum Tata Negara ini menyayangkan pemahaman hukum penulis yang kurang pas.
Melalui akun Twitternya @mohmadfudmd, pada Kamis (15/7/2021) malam, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menjelaskan pengakuan dalam hukum pidana bukan bukti kuat.
"Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," jelas Mahfud MD.
Baca juga: TERNYATA Warkop Ibu Hamil yang Dipukul Satpol PP Putar Musik Keras, Satpol PP Tegur Malah Ngamuk
Disamping itu, Mahfud MD mengulas, tak sembarang menahan seseorang hanya menurut pengakuan.
Tak hanya menjelaskan cerita, dia pun mengatakan tak sembarang menahan seseorang hanya berdasarkan pengakuan.
Apalagi jika Sarah minta dihukum demi melindungi Elsa dengan mengaku sebagai pembunuh Roy, sedangkan pembunuh sebenarnya adalah Elsa.
"Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas," pungkas Mahfud MD.
Terkait alur cerita, Mahfud MD menuturkan dapat mengikuti cerita Ikatan Cinta dengan asyik meski agar berputar sana-sini.
Ini karena PPKM memberikan kesempatan bagi dia untuk menonton sinetron ini.
Tak pelak saja, cuitan seorang menteri yang mempunyai latar belakang hukum ini masuk dalam akun penggemar Instagram @dramapaguyuban, Kamis (15/7/2021) malam.
Baca juga: Alur Sinetron Ikatan Cinta Disebut Cacat Logika dan Diprotes, Penulis Minta Maaf
Fans Protes Soal Alur Cerita, Penulis Ikatan Cinta Minta Maaf atas Cacat Logika Beberapa Episode
Terkait dengan hak asuh Reyna dan prosedur penangkapan yang salah, Penulis cerita Ikatan Cinta meminta maaf atas cacat logika yang terjadi dalam beberapa episode belakangan.
Isu cacat logika dan alur cerita sinetron Ikatan Cinta yang mulai ngawur ditanggapi sendiri oleh penulis skenarionya.
Sempat tak aktif di Twitter selama 5 bulan, Donna Rosamayna, penulis skenario kepala (head writer) Ikatan Cinta meminta maaf kepada penggemar yang ramai bersuara di Twitter.
Dia meminta maaf atas bagian cerita yang tak berkenan hingga menyebabkan protes menyeruak ke media sosial.
Sampai-sampai penonton kesal dan ingin membanting pesawat televisi setelah menyaksikan cacat logika dalam alur cerita beberapa hari belakangan.
Pasalnya, penggemar ramai menyuarakan protes soal cacat logika serta inkonsistensi alur dengan cara pikir penulis skenario (plot hole) melalui media sosial.
Terutama di platform Instagram dan Twitter.
Fokus protes warganet bertumpu pada penangkapan Elsa (Glenca Chysara) yang berubah jadi penangkapan Sarah (Natasha Dewanti) beberapa hari lalu.
Lebih lagi, banyak yang melihat porsi cerita yang berat sebelah antara pasangan pemeran utama yang satu dan pasangan pemeran utama yang lain.
"Buat setiap bagian cerita yang tidak berkenan, bikin darting (kata slang untuk marah dan kesal), cacat logika, pengen banting tv, dan lain sebagainya.
Aku minta maaf ya," tulis Donna Rosamayna melalui @donna_rosamayna, Rabu (14/7/2021) siang.
Cuitan permintaan maaf dari penulis cerita Ikatan Cinta mengagetkan penggemar hingga menyerbu kolom komentar akun Twitter Donna Rosamayna.
Tak lupa, para penggemar dunia maya ini melemparkan berbagai saran, terutama untuk mengangkat tema keseharian.
"Kalau tidak sempat survey profesi utk tema serius, mending tema tema keseharian mbak.
IC smenjadi pilihan berbagai kalangan intelek.
Kritik yg masuk bukan krn tdk suka Nino, tapi lebih ke posesif cinta kami ke IC.
Kami punya harapan besar agar IC selalu tetap menjadi pilihan," tulis @jagoan_tenan
Baca juga: Al dan Nino Ikatan Cinta Berebut Punya Hak, Tingkah Arya Saloka Bikin Evan Sanders Terbahak
Kesulitan syuting luar ruangan akibat pelaksanaan PPKM Darurat ini menyebabkan banyak penulis cerita harus merombak cerita hingga kelimpungan mengubah jalinan cerita.
"Kalau tidak sempat survei jangan ambil tema yg berat dulu. Bahkan ada salah satu bagian cerita IC yg dibahas di klinik hukum.
Ini juga tontonan setengah warga indonesia. Harapan nya bisa buat contoh masyarakat. Bukan buat masyarakat semakin tidak bener," kata @Ulvatus1
Ucapan warganet soal kesalahan proses penangkapan ini ada benarnya.
Kesalahan soal prosedur penangkapan sempat masuk dalam pembahasan penyedia jasa hukum, Hukum Online.
Melalui akun Instagram mereka, Senin (12/7/2021), @klinikhukum mempertanyakan prosedur penangkapan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Menurut mereka, penangkapan yang hanya berdasarkan keterangan atau pengakuan tersangka tak cukup membuktikan seseorang bersalah.
Namun, harus menyertakan alat bukti lain, minimal dua alat bukti.
Alhasil, bukti lain harus dicari.
Tambahan pula, pengakuan tersangka hanya satu alat bukti dan tidak bernilai pembuktian yang kuat.
Bukan hanya itu, sempat heboh isu kekesalan ini karena kesal dengan penulis cerita yang lebih condong mengetengahkan Nino (Evan Sanders) sebagai pihak tersakiti.
Sampai ada yang menyebut, justru semua akar masalah berasal dari Nino.
Namun sebenarnya para penggemar hanya ingin mengkritik alur cerita Ikatan Cinta agar tak melenceng.
"Siang Mbak Donna...
Semoga sehat selalu dan semoga alur IC diperbaiki sesuai dgn yg seharusnya
Kita memberi masukan bukan menjatuhkan karena kita sayang IC beserta seluruh keluarga besarnya
Salam sehat selalu," ungkap @ninjab3393syo
Sebab beberapa penghuni jagat Twitter mengakui mulai menonton sinetron lagi setelah Ikatan Cinta tayang.
"Siang mbak Donna, sebelumnya terima kasih atas karyanya, krn jujur ini sinetron pertama yg beneran saya tonton, krn saya Terhibur bgt.
Sy cm mau tanya. elsa sudah Mulai dikuliti, tp Nino? Knp malah smkin dekat dg Reyna? Pdhl dosanya jg banyak ke reyna dan andin," ungkap @tas_andin
"Apapun itu, kritik ini karena saya sayang sekali sama Ic. Semoga semua sehat2 yaaaa," lanjut @tas_andin
Ucapan salah satu warganet dibalas langsung oleh Donna Rosamayna.
"Trm kasih sdh memberikan tontonan yang luar biasa, banyak sekali moral value & pengetahuan yg saya dptkan dr ikatan cinta,
saya berharap mbak donna legowo menerima ocehan dr penonton & kami memberikan saran/kritik bukan krn benci nino, maaf jika ada salah kata, sehat selalu mbak," tanggap @pirangnya_andin.
"Iya dear.. aku bacain loh. btw, siapa sih yg ngga benci sama kelakuannya Nino?," balas Donna Rosamayna.
(*)