RS Kanujoso Djatiwibowo Gelar Webinar soal Isolasi Mandiri, Luar Daerah Wajib Karantina 5 Hari
Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menggelar webinar bertajuk Isolasi Mandiri vs Covid-19.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO - Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menggelar webinar bertajuk Isolasi Mandiri vs Covid-19.
Webinar tersebut digelar bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa menjalani isolasi mandiri dengan benar, mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Balikpapan terus meningkat.
Hal itu membuat rumah sakit penuh dan kewalahan.
Baca juga: Layanan Kanker Terpadu RSUD Kanujoso, Fasilitas Radioterapi Pertama di Balikpapan
Ketua Panitia Webinar RSKD dr. Ariesanti mengatakan, isolasi mandiri akan berjalan efektif apabila masyarakat menerapkan panduannya dengan benar.
"Pemerintah telah menganjurkan orang tanpa gejala (OTG) untuk isolasi mandiri, namun tidak bisa dijalankan sembarangan," ujarnya, Jumat (16/7/2021).
Sementara itu, Wadir Pelayanan RSKD dr. Zuhro Ma'ruf mengatakan, rumah sakit rujukan pemerintah telah melayani ribuan pasien Covid-19.
Terhitung sejak awal pandemi hingga 14 Juli 2021, tercatat ada 3.441 pasien dirawat di RSKD, 2.725 pasien dipulangkan, dan 663 pasien meninggal dunia.
RSKD pun telah mengonversi ruang isolasi Covid-19 hingga 250 kapasitas tempat tidur, kemudian membuka 3 blok ruangan ICU Covid-19.
"Untuk menekan itu semua prinsipnya 3M, 3T, dan vaksin. Masyarakat adalah ujung tombak pengendalian vaksin," kata dr. Ma'ruf.
Baca juga: Cara RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Jaga Kesehatan Jiwa Tenaga Medisnya, Ini 3 Poinnya
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, kebijakan isolasi mandiri yang dilaksanakan sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan.
Di Balikpapan, isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 bisa dilakukan di rumah apabila kondisi rumah layak dan memungkinkan.
Kemudian di tempat atau mes yang telah disediakan perusahaan, di rumah karantina PPKM Mikro, serta pusat isolasi sentralistik yang telah disiapkan pemerintah kota.
"Balikpapan menjadi daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Kasus aktif saat ini ada 4.600-an, 3.000-nya isolasi mandiri," terangnya.
Wanita yang akrab disapa Dio itu menjelaskan, ada lima faktor yang perlu diperhatikan mengapa wajib dilakukannya isolasi mandiri.
Yakni apabila seseorang memiliki gejala, terkonfirmasi Covid-19, tinggal bersama orang yang bergejala atau terkonfirmasi positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/webinar-euy.jpg)