Berita Nasional Terkini
Isi Ceramah Gus Najih Maimoen yang Dianggap Kontroversial dan Berujung Dilaporkan Polisi
Pelaporan Gus Najih Maimoen ini terkait dengan isi ceramahnya yang dianggap kontroversial.
TRIBUNKALTIM.CO - Ulama kondang asal Jawa Tengah, KH Muhammad Najih Maimoen atau akrab disapa Gus Najih Maimoen dilaporkan ke polisi
Pelaporan Gus Najih Maimoen ini terkait dengan isi ceramahnya yang dianggap kontroversial.
Ceramah tersebut tersebar dalam sebuah video
Dalam isi ceramhnya Gus Najih Maimoen sedikit menyiggung tentang vaksin,
Melansir Warta Kota dalam artikel berjudul Gus Najih Maimun Dipolisikan usai Tuding China Ingin Kuasai Indonesia, Muannas: Tangkap Saja! Gus Najih Maimun dilaporkan Barisan Ksatria Nusantara (BKN) ke Polda Jateng.
Pegiat Media Sosial, Muannas Alaidid mengungkapkan, pelaporan terhadap putra ulama kondang Mbah Maimun tersebut perlu dilakukan.
Baca juga: Jual Sisa Vaksin ke Masyarakat, 2 Dokter Terancam Hukuman Penjara
Menurut Muannas, Gus Najih telah menyebarkan berita bohong dan berpotensi memecah belah persatuan.
"Alhamdulilah Gus Najih Maimun akhirnya resmi dilaporkan BKN (Barisan Ksatria Nusantara) dugaan menyebarkan berita bohong yang memecah belah dengan menyebut Pemerintah RI mendukung pembantaian massal lewat vaksin covid, sekaligus tuduhan membabi buta lainnya terhadap PBNU," ungkap Muannas Alaidid di Twitter pribadinya, Sabtu (17/7/2021).
Muannas pun meminta polisi agar memproses laporan tersebut bahkan kalau perlu menangkap Gus Najih.
"Beliau harus dipanggil kalo perlu tangkap aja sikapnya belakangan ini sangat jauh dari ulama panutan NU Mbah maimun & kiai NU lainnya, saya pribadi mendukung proses hukum terhadapnya @divisihumaspolri," imbuhnya.
Sebelumnya, Gus Najih Maimun, putra dari almarhum KH Maimoen Zubair dilaporkan karena diduga ceramah kontroversial dan bersifat menghasut masyarakat yang tersebar di Youtube.
Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Mohammad Rofii Mukhlis mengatakan laporan tersebut akan dilayangkan ke Polda Jateng besok Jumat (16/7/2021).
Pihaknya melaporkan video Gus Najih yang tersebut di Youtube maupun grup Whatsapp.
"Banyak yang akan kami laporkan yaitu dugaan penghinaan terhadap PBNU, Gus Dur, Kiai Said, Kiai Muafiq, dan masih banyak lagi. Terakhir video yang mengatakan pembunuhan masal," ujar dia saat dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (15/7/2021).
Menurutnya, tujuan melayangkan laporan bukan untuk memenjarakan Kiai maupun ulama.
