Idul Adha
LENGKAP! Bahasa Arab & Artinya, Berikut Cara dan Niat Mandi Hari Raya Idul Adha Juga Amalannya
Mandi sunnah di hari raya Idul Adha sudah dapat dilakukan sejak tengah malam pada malam hari raya atau pada pagi saat subuh
TRIBUNKALTIM.CO - Dilengkapi tulisan Arab & artinya, berikut niat dan cara mandi hari Raya Idul Adha berikut amalannya.
Tidak lama lagi umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha yang dilakukan setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Berdasarkan PP Muhammadiyah, Idul Adha tahun ini akan bertepatan pada hari Selasa (20/7/2021).
Sementara keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, surat keputusan yang dikeluarkan menuliskan Idul Adha 1442 Hijriyah jatuh pada tanggal 20 Juli 2021.
Dan ditetapkan sebagai libur nasional. Hanya saja pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak jauh beda dengan tahun 2020.
Baca juga: LENGKAP Tata Cara Melaksanakan Sholat Hari Raya Idul Adha 1442 H di Rumah, Ini Bacaan Niatnya
Pasalnya masyarakat dianjurkan sholat di rumah untuk wilayah yang menerapakan PPKM Darurat. Selain itu, penerapan Prokes ketat jadi hal yang paling penting.
Jelang melaksanakan sholat Idul Adha, ada banyak amalan yang dapat dilakukan umat muslim.
Hanya saja hal itu mungkin luput dilakukan oleh sebagian orang.
Salah satunya adalah mandi di hari raya Idul Adha.
Mandi adalah salah satu sunnah yang dianjurkan sebelum shalat Idul Adha.
Ya, mandi sunnah di hari raya Idul Adha sudah dapat dilakukan sejak tengah malam pada malam hari raya atau pada pagi saat subuh, berlaku juga untuk Idul Adha 1441 Hijriah.
Jadi adapun tujuannya adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar.
Baca juga: Anies Baswedan Terbitkan Seruan Gubernur DKI Soal Pelaksanaan Idul Adha 1442 H, Dasarnya Fatwa MUI
Maka mandi sebelum waktu berangkat shalat hari raya Idul Adha adalah yang paling baik.
Dilansir dari BanjarmasinPost.co.id dengan judul artikel Tata Cara Mandi Hari Raya Idul Adha 2021, Berikut Amalan Sunnah Sebelum Shalat Ied Adha 1442 H, berikut tata cara mandi Hari Raya Idul Adha 2021,
Juga amalan sunnah lainnya yang dapat dilakukan sebelum menunaikan shalat Ied di mesjid.
يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل
" Disunnahkan mandi untuk shalat Idul adha, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, atau pertengahan malam."
Berikut adalah urutan dan niat mandi Idul Adha secara lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin dan terjemahannya.
Niat Mandi Sunah Hari Raya Idul Adha
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ اْلاَضْحَى سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
NAWAITUL GHUSLA LIYAUMI 'IIEDIL ADHAA SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Sengaja saya Mandi pada hari Raya Idul Adha Sunnah karena Allah Ta'ala.
Selain Mandi, umat Muslim yang hendak berangkat menunaikan shalat Idul Adha disunnahkan untuk memakai wangi-wangian.
Tak hanya itu, untuk menyempurnakan penampilan, umat Muslim disunnahkan pula untuk memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak. Ini bertujuan untuk memperoleh keutamaan di hari raya.
Baca juga: Promo JSM Alfamart Hari ini Sabtu 17 Juli 2021, Belanja Super Hemat Menjelang Hari Raya Idul Adha
Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jum’at, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian.
Tata cara yang disunnahkan ketika Mandi sebelum Sholat Idul Adha:
1. Membaca Bismillah
2. Berwudhu sebelum Mandi
3. Berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung
4. Membaca dua kalimat syahadat
5. Membasuh kotoran yang menempel pada tubuh
6. Menghadap kiblat apabila mandi tidak dalam keadaan tanpa busana
7. Membasuh dua sampai tiga kali
8. Meletakkan tempat air yang besar di sebelah kanan dan yang kecil sebelah kiri
Baca juga: Kumpulan Ucapan Idul Adha Berbagai Bahasa, Inggris, Arab dan Indonesia, Cocok di WhatsApp, IG, FB
9. Berada di tempat yang bisa terhindar dari percikan air
10. Tidak meminta bantuan orang lain kecuali udzur
11. Membasuh dari bagian atas dan dahulukan yang kanan
Berikut amalan sunnah yang dianjurkan oleh para ulama sebelum sholat Ied/Idul Adha 2020
Pertama:
Mengumandangkan takbir di Masjid-masjid, Mushalla dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya idul fitri dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq.
Kedua:
Mandi untuk shalat Id sebelum berangkat ke masjid, hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh, dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggotan badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik.
Berbeda jika mandinya setelah pertengahan malam maka kemungkinan bau badan akan kembali lagi, begitu juga kebugaran badan.
Baca juga: Kemenag Bontang Izinkan Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha Digelar di Masjid
Ketiga:
Disunnahkan memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari raya tersebut.
Keempat:
Memakai pakaian yang paling baik lagi bersih dan suci jika memilikinya, jika tidak memilikinya maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci, akan tetapi sebagian ulama’ mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban.
Kelima:
Ketika berjalan menuju ke masjid ataupun tempat shalat Id hendaklah ia berjalan kaki karena hal itu lebih utama, sedangkan untuk para orang yang telah berumur dan orang yang tidak mampu berjalan, maka boleh saja ia berangkat dengan menggunakan kendaraan. Dikarenakan dengan berjalan kaki ia bisa bertegur sapa mengucapkan salam dan juga bisa bermushafahah (Bersalam-salaman) sesama kaum muslimin.
Baca juga: LENGKAP! Berikut Jadwal, Niat, dan Keutamaan Tiga Puasa Sunah Jelang Idul Adha
Keenam:
Untuk Hari Raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat Id, berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan shalat Id.
Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma.
Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama, jika tidak mendapatinya maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mandi-sunah-idul-adha.jpg)