Idul Adha

Ketua MUI Kaltara Sebut Hari Idul Adha, Momentum Saling Memaafkan

11.000 jemaah Masjid Baitul Izzah Islamic Center tumpah ruah hari ini. Ada makna yang bisa dipetik dari momentum hari besar umat Islam ini.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Baitul Izzah Islamic Center, Selasa (20/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – 11.000 jemaah Masjid Baitul Izzah Islamic Center tumpah ruah hari ini. Ada makna yang bisa dipetik dari momentum hari besar umat Islam ini.

Momentum ini juga bertepatan pula dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Mekkah.

Ketua MUI Provinsi Kaltara, KH Zainuddin Dalilah membeberkan, pelaksanaan salat Idul Fitri maupun Idul Adha seringkali hujan turun.

Sehingga bisa diperkirakan hari seluruh masjid di Kota Tarakan cukup ramai didatangi jemaah.

Bukan hanya ramainya, yang terpenting bagaimana bisa memaknai perayaan Idul Adha sebagai momentum untuk saling memaafkan satu dengan yang lain.

Baca juga: Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan Siap Gelar Salat Idul Adha 1442 H

Di hari raya ini diharapkan bisa kembali bersih hati, jika memiliki salah kepada seseorang harus meminta maaf.

“Kalau orang itu datang minta maaf kita buka hati kita untuk memaafkan orang lain agar hidup itu selalu diberkahi rahmat Allah. Insya Allah selalu diberikan kemudahan menjalani hidup,” beber KH Zainuddin Dalilah kepada TribunKaltara.com, Selasa (20/7/2021).

Kedua, makna berkurban harus dihayati. Dianjurkan menyembelih hewan kurban selama tiga hari dimulai dari hari ini.

“Jadi tanggal 11, 12, dan 13 hari tasrik dianjurkan sembelih hewan kurban. Ini dimaknai untuk saling memperhatikan kepada sesama,” bebernya.

Terlebih pandemi Covid-19 belumlah berakhir. Makna kurban hendaknya dihayati bahwa dalam hidup masih ada orang berada dalam kesusahan. maka hendaknya dihayati.

Baca juga: Jemaah Sholat Idul Adha di Masjid Baitul Izzah Tahun Ini Tembus 11 Ribu di Momen Pandemi Covid-19

Sementara itu dari sisi pelaksanaan protokol kesehatannya, saat memasuki masjid sempat berkeliling dan rerata patuh menggunaka masker. Yang tak memakai masker maka disiapkan masker.

Hanya saja yang sulit dikendalikan mereka yang sudah datang saat ikamat. “Kita tidak bisa mengatur karena sudah mulai salat. Sudah takbir. Jadi yang datang lambat tidak sempat diatur. Namun secara umum semua sudah sesuai prokes,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved