Senin, 27 April 2026

Virus Corona di Samarinda

2 Kasus Covid-19 Varian Delta Teridentifikasi di Samarinda, Kadinkes Tekankan Penanganan Cepat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, mengidentifikasi 2 kasus Covid-19 varian Delta di Kota Samarinda berdasarkan hasil pemeriksaan

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
PANDEMI CORONA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr. Ismed Kusasih mengungkapkan pentingnya penanganan cepat terhadap pasien yang terpapar Covid-19 varian Delta. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, mengidentifikasi 2 kasus Covid-19 varian Delta di Kota Samarinda berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen dari laboratorium Kementerian Kesehatan RI.

Temuan tersebut diungkapkan oleh kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Padilah Mante Runa kepada TribunKaltim.co pada Kamis (22/7/2021) malam.

Dia jelaskan, bersama hasil spesimen dari kota Balikpapan dan kota Bontang yang masing-masing teridentifikasi 3 kasus.

"Ya kita terima laporan dari pusat Covid-19 varian Delta di Samarinda 2 kasus, Balikpapan 3 kasus dan Bontang 3 kasus," ujar Padilah.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Cepat Menular, Epidemiolog Sebut Pemerintah harus Konsisten Lakukan 3T

Menanggapi hal tersebut kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih mengungkapkan bahwa dirinya telah menyadari bahwa Covid-19 varian Delta memang telah ada di kota Samarinda.

Terlebih 2 kasus yang dikonfirmasi merupakan hasil pemeriksaan spesimen dari beberapa hari yang lalu, menurutnya pada saat ini tentu penyebarannya telah lebih dari jumlah tersebut.

"Ya, memang sudah ada, namun yang paling penting sekarang adalah penanganan yang cepat, karena apabila kita cepat tangani maka dapat mengurangi risiko pasien jatuh ke gejala berat," sebut Ismed saat dikonfirmasi secara terpisah.

"Kita lihat memang untuk Covid-19 varian Delta ini memang penyebarannya lebih cepat, contohnya saat salah satu anggota keluarga terpapar Covid-19 maka dengan cepat anggota keluarga lainnya juga tertular," jelasnya lebih lanjut.

Baca juga: Samarinda Masih PPKM Mikro hingga 25 Juli 2021, Walikota Andi Harun: Kita Bersyukur

Ismed juga menyampaikan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi.

Ia menuturkan bahwa menurutnya orang yang telah divaksin saat terpapar Covid-19 cenderung memiliki gejala yang lebih ringan.

"Yang terpenting juga adalah dalam penanganan Covid-19 ini kita meminimalisir risiko kematian dan menumpuknya pasien gejala berat di rumah sakit.

Jadi vaksinasi itu penting karena dapat menjaga kita untuk tidak mengalami gejala yang berat saat terpapar Covid-19," terangnya.

Baca juga: Pemkot Samarinda akan Kirim Surat Saran ke Pemprov Kaltim, soal Pembayaran BPJS ke Rumah Sakit

Selain itu peningkatan kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit juga sedang dilakukan.

Hal itu sebagai strategi pemerintah untuk dapat memberikan penanganan kepada pasien Covid-19 yang perlu dirujuk ke rumah sakit. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved