Breaking News:

Virus Corona di Berau

Evaluasi PPKM Level 4, Besar Kemungkinan akan Diperpanjang di Berau, Tunggu Instruksi Menteri

Masih menerapkan PPKM Level 4, Pemkab Berau mengikuti pembahasan Evaluasi dan Penerapan PPKM Level 4, di luar Jawa dan Bali.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pemkab Berau melakukan Vidcon bersama membahas evaluasi PPKM Level 4 bersama sejumlah Kota dan Kabupaten. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Masih menerapkan PPKM Level 4, Pemkab Berau mengikuti pembahasan Evaluasi dan Penerapan PPKM Level 4, di luar Jawa dan Bali.

Kegiatan itu dibahas bersama sejumlah kabupaten/kota bersama Kemenko Bidang Perekonomian RI, Jumat (23/7/2021) sore.

Bupati Berau, Sri Juniarsih menjelaskan hasil evaluasi tersebut bahwa Berau memang masih berstatus Level 4 dan akan mengikuti arahan perpanjangan hingga 25 Juli mendatang.

Namun, dalam evaluasi tadi, instruksi menteri sementara, Level 4 akan diperpanjang kembali mulai 26 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

“Untuk saat ini pastinya Berau akan diperpanjang hingga 25 Juli mendatang. Sedangkan tanggal 8 Agustus itu belum ada keputusan lagi. Kita tunggu instruksi menteri ya,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, Jumat, (23/7/2021).

Baca juga: Kadinkes Berau Sebut Sudah Tak Penting Mengetahui Masuknya Varian Delta, Yang Terpenting Taat Prokes

Melihat kondisi dari perkembangan kasus saja, belum terjadi penurunan, justru kenaikan justru melonjak secara signifikan.

Maka itu, Sri Juniarsih menegaskan pihak Pemkab Berau akan mempersiapkan hal yang terbaik untuk melangsungkan perpanjangan PPKM Level 4 ini.

Dalam koordinasi tersebut, Bupati Berau menyampaikan beberapa ketersedian tempat penanganan pasien positif, oksigen hingga permintaan Pemkab Berau terkait ketersediaan vaksin, mengingat capaian Berau masih begitu rendah dengan stok yang nihil untuk saat ini.

Sementara itu, menanggapi oksigen yang terbatas, pihaknya memang mengakui sebelumnya telah mengklaim bahwa pasokan oksigen cukup hingga dioper ke Kaltara.

Tetapi melihat kasus yang sudah tembus sebanyak 1.000 kasus, sudah dipastikan pengiriman itu tidak diperbolehkan lagi.

Baca juga: 8 Persen Dana Desa untuk Penanganan Covid-19, DPMK Berau Harapkan Bisa Dimanfaatkan dengan Baik

“Kita pakai untuk daerah kita dulu untuk oksigen, sudah semakin banyak kasus di Berau,” tuturnya.

Pihaknya juga meminta stok vaksin, baik dari Polri dan TNI, untuk mendapatkan capaian yang lebih tinggi.

Sesuai data yang dia terima dari Dinas Kesehatan, sebanyak 12 persen vaksin di tahap pertama sudah terlaksana dan 9 persen vaksin tahap kedua.

“Untuk permintaan dan perpanjangan akan menunggu instruksi menteri ya, saya belum bisa berkomentar banyak,” ucapnya.

Sementara itu, untuk sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan pihaknya secepat mungkin dan terus menerus. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved