Breaking News:

Berita Berau Terkini

Kakek Pengantar Galon Berbuat Asusila terhadap Anak di Bawah Umur, Nasibnya Kini Berakhir di Bui

Seorang kakek (64) yang bekerja sebagai pengantar galon, terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi, lantaran tega menodai bocah 11 tahun, Kamis (22

TRIBUNLAMPUNG
Ilustrasi anak di bawah umur jadi korban asusila kakek pengantar galon di Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang kakek (64) yang bekerja sebagai pengantar galon, terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi, lantaran tega menodai bocah 11 tahun, Kamis (22/7/2021).

Menurut Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu Nurhadi, peristiwa tersebut telah terjadi sejak Jumat (16/7/2021) pekan lalu, di mana saat itu situasi rumah korban terlihat sepi.

Kronologinya bermula sekira pukul 18.40 WITA, setelah korban dicabuli oleh tersangka, korban bercerita kepada ibunya, MA (35) yang baru pulang kerja, bahwa dirinya didatangi oleh pelaku.

Dari pengakuan korban, saat dirinya bertemu dengan tersangka, dirinya langsung digendong dan dicumbu oleh si pengantar galon.

"Anaknya bercerita kalau dia langsung digendong dan dicium oleh tersangka,” ujarnya kepada awak media, Kamis (22/7/2021) kemarin.

Baca juga: Jalin Hubungan Terlarang, Ibu Korban Tak Terima Anaknya yang Masih di Bawah Umur Dinodai

Setelah menciumi korban, pelaku memaksa korban untuk masuk ke kamar.

Sesampai di kamar, pelaku kemudian melakukan aksi pencabulan terhadap korban.

“Ibunya kemudian bertanya, siapa orang yang dimaksud korban. Lalu sang anak menjawab, Om Air yang biasa antar galon ke rumah. Yang ternyata adalah UM," bebernya.

Mendengar cerita anaknya, MA merasa keberatan dan tidak terima.

Untuk itu, sang ibu langsung mendatangi Mapolsek Tanjung Redeb untuk membuat laporan.

“Setelah kami menerima laporan itu, kami langsung turun ke lapangan untuk mencari keberadaan pelaku,” tuturnya.

Baca juga: Awal Mula Kasus Asusila yang Libatkan Anak di Bawah Umur, Kejari Paser Ingatkan Peran Orangtua

Sekira pukul 22.00 WITA, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya.

“Tanpa perlawanan, tersangka langsung digiring ke kantor, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Pelaku terancam pasal 82 ayat (1) Junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2013 Tentang Perlindungan anak.

"Pencabulan, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Serta denda paling banyak Rp 5 miliar," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved