Virus Corona
Daftar Obat yang harus Dihindari Pasien Covid-19 Gejala Ringan saat Isoman, Efek Samping Berbahaya
Berikut ini daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 dengan gejala ringan saat isolasi mandiri ( isoman ), karena efek sampingnya berbahaya.
Jangan sekali-kali memberi obat asal-asalan tanpa adanya resep dari dokter, apalagi jika Kawan Puan adalah pasien bergejala.
Kawan Puan harus mendapatkan obat sesuai gejala yang dirasakan dan hanya dokter yang tahu apa obat yang tepat.
Ada beberapa obat yang harus dihindari pasien Covid-19 isolasi mandiri.
Baca juga: Panduan Merawat Pasien Covid-19 saat Isoman di Rumah, Penting Sediakan 2 Alat Kesehatan
Apa saja?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 isolasi mandiri di rumah.
Obat-obatan tersebut adalah antibiotik, steroid, hidroksiklorokuin, lopinavir/ritonavir dan remdesivir.
Deretan obat ini termasuk golongan keras dan tidak boleh sembarangan dikonsumsi.
"Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan steroid.
Penggunaan berlebihan sterodi dapat berdampak serius dan mengancam nyawa, termasuk infeksi mukormikosis (jamur hitam)," tulis WHO di akun Instagram resminya.
Penggunaan antibiotik tidak disarankan bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri karena virus corona adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.
Antibiotik tidak akan berdampak pada virus.
Sementara untuk Remdesivir, WHO belum merekomendasikan pemberiannya pada pasien Covid-19 baik derajat ringan atau berat.
Hal itu karena belum ditemukannya bukti yang cukup kuat bahwa penggunaan obat Covid-19 jenis ini bermanfaat.
Untuk pasien tanpa gejala, asupan yang aman dikonsumsi meski tanpa pemeriksaan adalah konsumsi vitamin.
Melansir Kompas.com, Ketua PDPI, dr Erlina Burhan menyebutkan beberapa vitamin yang bisa dikonsumsi pasien tanpa gejala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/daftar-obat-yang-harus-dihindari-pasien-covid-19-gejala-ringan-saat-isoman-efek-samping-berbahaya.jpg)