Liga 1

Robert Rene Alberts Ngotot Pertahankan 1 Pemain Muda Persib Bandung

Ada alasan utama mengapa Gian Zola tak akan dilepas oleh Robert Rene Alberts musim ini. Padahal Persib Bandung punya banyak stock pemain tengah

BolaSport.com/Japrit
Gelandang Persib Bandung, Gian Zola, saat berlatih menjelang persiapan Liga 1 2019, Robert Rene Alberts menegaskan tak akan melepas Gian Zola musim ini 

"Pastinya berat yah, engga ada yang mudah kan."

"Tentunya kan latihan pun saya kan diomongin sama kakek saya kalau latihan bola itu harus beda dari yang lain, kalau yang lain latihan 2 kali, kita harus 4 atau 5 kali dan kakek saya bilang kalau gak pegang bola sehari itu kaya lapar, kaya makan nasi saja gitu," kata Gian Zola, Senin (12/7/2021) dilansir oleh Republik Bobotoh.

Selain itu Gian Zola mengorbankan banyak hal untuk menembus skuad Persib Bandung.

Salah satunya adalah pendidikan, saat masih menimba ilmu di sekolah pria berusia 22 tahun itu suka selalu mengajukan dispensasi.

Dispensasi adalah pembebasan atau pemberian waktu secara resmi sesuai dengan peraturan yang diperuntukkan kepada siswa sekolah karena ada kepentingan tertentu.

Sebagai imbasnya, Gian harus ketertinggalan materi pelajaran dan ia harus mampu mengejarnya untuk dapat dinyatakan lulus.

"Ada banyak yang dikorbanin, sekolah salah satunya banyak dispensasi, gak semudah orang yang bayangkan lah. Step by step, gak mulus lah ada jatuh bangunnya."

Bahkan saat Gian libur sekolah dimanfaatkannya untuk latihan sepak bola.

Pria berusia 22 tahun itu tak merasa iri saat melihat teman-teman sebayanya main.

Kakak dari Beckham Putra ini mengorbankan waktunya untuk tidak keluar rumah, karena berlatih di rumah.

"Misalkan libur latihan ya jugling-jugling, skiping sprint. Saat orang lain main-main, Zola gak mau main-main, jadi sama bola aja, sampai-sampai saya gak keluar rumah," tambahnya.

Baca juga: Disayang di Era Mario Gomez, 2 Pemain Persib Bandung ini Ditendang saat Robert Rene Alberts Masuk

Saking rajinnya berlatih sepak bola, Gian sampai lupa untuk ke luar rumah dan bermain dengan teman sebayanya.

Baru saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Gian memberanikan dirinya untuk ke luar rumah dan bermain.

Itupun karena Gian disuruh orangtuanya.

"Saya berani ke luar rumah itu SMP karena disuruh mamah main, jangan di rumah aja," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved