Berita Samarinda Terkini
Satpol PP Tanggapi Aksi Anak Anggota DPRD Samarinda yang Acungkan Jari Tengah Saat Kafe Kena Razia
Peristiwa ini menjadi viral setelah anak Abdul Rofik, yang merupakan pemilik kafe, tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada petugas razia.
TRIBUNKALTIM.CO - Satpol PP Samarinda melalui Kasubbag Umum dan Kepegawaian Ananta Diro menanggapi aksi anak Anggota DPRD Samarinda yang mengacungkan jari tengah saat kafenya kena razia.
Aksi pemilik kafe yang juga anak anggota DPRD Samarinda ini pun menjadi viral.
Peristiwa ini menjadi viral setelah anak Abdul Rofik, yang merupakan pemilik kafe, tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada petugas razia.
Baca juga: Anak Anggota DPRD Samarinda Acungkan Jari Tengah ke Petugas Satpol PP, Bisa Terancam Pidana
Diketahui, Satgas Covid-19 yang di dalamnya termasuk Satpol PP menggelar penertiban di masa PPKM level 4.
Abdul Rofik yang merupakan politikus PKS tersebut akhirnya angkat suara memberi klarifikasi.
Abdul Rofik justru menilai apa yang dilakukan petugas gabungan di masa PPKM Darurat tersebut justru berlebihan.
Sebagai latar, tim gabungan yang terdiri dari TNI - Polri, Satpol PP, dan BPBD Samarinda, serta Kelurahan dan Kecamatan, tengah melakukan operasi Yustisi, Selasa (27/7/2021) tadi malam.
Operasi ini bertujuan menghimbau protokol kesehatan disaat PPKM level 4 atau darurat, sesuai intruksi dari Walikota Samarinda Andi Harun.
Baca juga: Penumpang Tertahan di Pelabuhan Samarinda, tak Tahu Aturan Baru dan Gagal Berangkat
Saat patroli, petugas gabungan diduga mendapatkan respon tak sepantasnya oleh salah seorang pemilik kafe, di kawasan Voorvo, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Aksi anak Abdul Rofik mengacungkan jari tengah tertangkap oleh kamera petugas pada waktu malam itu.
Setelah ditelusuri ternyata pemilik kafe yang acungkan jari tengah tersebut, yakni anak dari Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rafik.
Merespon kejadian tersebut, Abdul Rofik menuturkan seharusnya Satpol PP itu bertindak persuasif, tidak masuk atau datang secara berkerumunan seperti itu.
Karena, katanya PPKM level 4 itu ada sedikit kelonggaran bagi kafe-kafe pemula.
Apalagi mereka juga masih mahasiswa.
Abdul Rofik juga menyinggung visi-misi Walikota Samarinda yang menargetkan membentuk 10 ribu UMKM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kafe-kawasan-voorvo-smd.jpg)