Breaking News:

Virus Corona

INI KRONOLOGI & Alasan Brigpol Apriliando Sampai Ikhlaskan Bangsalannya jadi Tempat Isman 12 Santri

Brigpol Apriliando merelakan rumah bangsalannya dijadikan lokasi isolasi mandiribagi 12 santri, kisahnya menjadi sorotan

Editor: Doan Pardede
DOKUMENTASI/PRIBADI
Brigadir Polisi Apriliando menjadikan rumahnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi belasan santri. Para santri ini sebelumnya kontak dengan santri lainnya yang terpapar Covid-19. Belasan santri dari Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri. DOKUMENTASI/PRIBADI 

TRIBUNKALTIM.CO - Kisah Brigpol Apriliando, seorang anggota polisi di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) kini tengah menjadi sorotan.

Brigpol Apriliando merelakan rumah bangsalannya dijadikan lokasi isolasi mandiri (isman) bagi 12 santri

Hal ini dilakukan Brigpol Apriliando karena 63 santri di Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin, tempat ia dinas di Kabupaten Berau terpapar Covid-19.

Untuk itu, bagi 12 santri yang hasil tesnya negatif juga ikut menjalankan isolasi mandiri.

Baca juga: Kisah Personel Polisi Berpangkat Brigpol yang Relakan Rumahnya Jadi Tempat Isoman 12 Santri

Brigadir Polisi Apriliando menjadikan rumahnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi belasan santri. Para santri ini sebelumnya kontak dengan santri lainnya yang terpapar Covid-19. Belasan santri dari Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri. DOKUMENTASI/PRIBADI
Brigadir Polisi Apriliando menjadikan rumahnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi belasan santri. Para santri ini sebelumnya kontak dengan santri lainnya yang terpapar Covid-19. Belasan santri dari Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri. DOKUMENTASI/PRIBADI (DOKUMENTASI/PRIBADI)

Para santri yang hasilnya negatif dipersilakan isoman di kediamannya.

"Sudah sekitar dua minggu santri yang tidak terpapar kita pindahkan, saya berinisiatif karena mereka ini memiliki latar belakang dari santri. Ada yang yatim piatu, ada yang kurang mampu,” ucapnya ketika dikonfirmasi oleh TribunKaltim.co, Kamis (29/7/2021).

Sementara itu, pria yang akrab disapa Edo ini juga menyediakan rumah bangsalan miliknya untuk ditempati oleh pendamping para santri agar mereka bisa tetap diawasi dan diberikan bimbingan.

Baca juga: Fakta Polisi di Berau Rela Rumahnya Jadi Tempat Isolasi Mandiri 12 Santri, Ada Yatim Piatu

Sehingga para santri tersebut mendapat bimbingan sembari santri yang terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh.

"Kami terbuka, dan sampai kapan pun anak-anak ini akan kami terima, kalau dinilai sudah bisa dikembalikan ke yayasan maka akan kami pindahkan kembali,” ucap pria berpangkat Brigadir Polisi ini.

Dirinya pun juga tidak mempermasalahkan besaran biaya yang dirinya keluarkan.

Brigadir Polisi Apriliando menjadikan rumahnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi belasan santri. Para santri ini sebelumnya kontak dengan santri lainnya yang terpapar Covid-19. Belasan santri dari Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri. TRIBUNKALTIM.CO/DOKUMENTASI PRIBADI
Brigadir Polisi Apriliando menjadikan rumahnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi belasan santri. Para santri ini sebelumnya kontak dengan santri lainnya yang terpapar Covid-19. Belasan santri dari Pondok Pesantren Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri. TRIBUNKALTIM.CO/DOKUMENTASI PRIBADI (TRIBUNKALTIM.CO/DOKUMENTASI PRIBADI)
Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved