Liga 1

Pemain Asing Persib Bandung Dilema, Bisa Angkat Kaki jika Liga 1 tak juga Bergulir

Hal ini menimbulkan keresahan di sebagian besar pemain. Salah satunya seperti yang dialami pemain asing Persib Bandung, Nick Kuipers.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Nick Kuipers menyundul bola saat Persib Bandung menghadapi PSIS Semarang di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (6/11/2019). Nick Kuipers curhat tentang perasaannya saat kompetisi belum juga digulirkan 

Kuipers tercatat hanya satu kali menjalani kompetisi resmi bersama Persib Bandung di Liga 1 Indonesia setelah tanda tangan kontraknya bersama Pangeran Biru pada 2019.

Itu sebabnya ia masih ingin mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia bersama Persib Bandung walaupun tanpa gemuruh teriakan dukungan bobotoh di dalam stadion.

"Saya tidak sabar untuk memulai lagi (kompetisi)."

"Sangat buruk bagi Indonesia jika liganya tidak kunjung dimulai."

"Mereka harus memulainya segera."

"Kami sudah bisa bermain di liga dengan sistem yang aman dan sehat (karena protokol kesehatan)."

"Itu bisa dilihat di turnamen (Piala Menpora)," ucapnya.

Baca juga: 5 Algojo Tendangan Bebas Milik Persib Bandung, Bikin Kiper Lawan Wajib Waspada

Dukung kampanye "Kami Siap Main"

Dalam beberapa hari terakhir, para pemain sepak bola profesional di Indonesia mengkampanyekan tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu.

Tagar ini sebagai bentuk kampanye para pemain sepak profesional di Indonesia sudah siap kembali berkompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu pemain yang ikut dalam kampanye ini adalah Nick Kuipers.

Bek Persib Bandung asal Belanda ini ikut menyuarakan tagar tersebut di akun media sosial pribadinya.

Hal ini, ucap Nick Kuipers, dilakukannya sebagai bentuk dukungan agar Liga 1 yang sudah tertunda selama lebih dari 1 tahun itu bisa kembali bergulir.

"Saya tidak sabar untuk memulai lagi (kompetisi). Itu sangat buruk bagi Indonesia jika liganya tidak kunjung dimulai, mereka harus memulainya segera," ujar Nick Kuipers kepada awak media, Rabu (28/7/2021).

Saat ini, kata dia, tak ada alasan lagi kasta tertinggi sepak bola itu tidak bisa berjalan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved