Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Angka Kekerasan terhadap Anak Masih Tinggi di Balikpapan, 20 Kasus Terjadi hingga Pertengahan Tahun

Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Balikpapan hingga saat ini masih sangat tinggi. Ini dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindunga

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Rahmad Taufiq

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Balikpapan hingga saat ini masih sangat tinggi.

Ini dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Sri Wahyuningsih.

"Yang menjadi peringkat pertama selalu kekerasan seksual terhadap anak," kata wanita yang kerap disapa Yuyun itu.

Berdasarkan data DP3AKB, pada tahun 2020 lalu ada sedikitnya 30 kasus kekerasan seksual terhadap anak hingga akhir Desember.

Sementara pada tahun 2021 ini sudah ada sebanyak 20 kasus kekerasan seksual sampai pada 28 Juni.

Baca juga: Evaluasi Kabupaten Layak Anak, BP2KBP3A Kubar Lakukan Verifikasi Lapangan Hybrid

"Data yang tercacat baru sampai bulan Juni. Kita berharap tidak ada peningkatan sampai akhir tahun nanti," tuturnya.

Tingginya kekerasan seksual terhadap anak khususnya di Kota Balikpapan, memiliki beragam faktor dan penyebab, mulai dari pergaulan bebas hingga dampak bermain gadget.

Karena anak-anak bisa saja mengakses situs-situs terlarang.

Maka itu, Yuyun mengimbau kepada para orangtua untuk selalu mengawasi setiap aktivitas anaknya.

Termasuk mengawasi pergaulan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat, karena rata-rata pelaku juga dari orang terdekat.

Mereka yang dianggap orang baik, tiba-tiba anak ini mendapatkan kekerasan seksual pencabulan atau asusila.

"Rata-rata orang terdekat. Ada bapak kandung, om, kakek, guru, hingga tetangga," ucapnya.

Yuyun berharap kasus-kasus kekerasan anak yang telah dilaporkan ditindaklajuti oleh aparat hukum.

Pelaku sudah selayaknya diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan terhadap anak di bawah umur.

"Kita berharap mudah-mudahan saja korban yang melapor tindakan pencabulan itu diproses lebih lanjut oleh aparat hukum," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved