Berita Bulungan Terkini
Kebakaran Hutan dan Lahan Mulai Terjadi di Bulungan, Hanguskan 50 Hektar Lebih
Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dalam sepekan terakhir.
Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnain menerangkan berdasarkan citra satelit dari Lapan setidaknya tercatat tiga titik api di wilayah Bulungan.
Namun ia mengatakan keberadaan titik api di Bulungan belum banyak mengingat puncak musim kemarau belum terjadi.
"Dua minggu yang lalu terpantau dua titik api di Bulungan, dan kemarin memang ada satu titik di Tanjung Palas Timur," kata Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnain, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Prediksi Juli Masuk Musim Kemarau, Pemkab Berau Rakor Pengendalian Karhutla
"Karena memang belum memasuki puncak kemarau, jadi belum banyak titiknya," tambahnya.
Pihaknya mengatakan apabila hujan tidak terjadi hingga dua pekan, maka hal tersebut yang perlu diwaspadai akan potensi bertambahnya titik api dan karhutla.
"Selama masih ada hujan deras itu tidak ada masalah, tapi kalau sampai dua minggu tidak ada hujan itu yang harus kita waspadai," katanya.
Sementara itu Pelaksana Tugas BPBD Bulungan Darmawan mengatakan, kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Sajau Hilir, Tanjung Palas Timur pada Senin kemarin.
Baca juga: Cuaca di Ibu kota Kalimantan Utara Cenderung Panas, BMKG Sebut Faktor Posisi Matahari
Kebakaran yang melanda lahan warga seluas lebih dari 50 Hektar itu, terjadi pada siang hingga malam hari.
"Itu di Sajau Hilir ada enam sampai tujuh titik, dia mulai siang kejadiannya sampai malam Jam 2 malam, itu luas karena lebih dari 50 Hektar," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Darmawan.
"Itu lahan kosong yang sudah dibersihkan masyarakat, dan tiba-tiba itu muncul api, kita tidak tahu persis awalnya bagaimana," tambahnya.
Darmawan mengakui hujan yang turun pada malam hari sangat membantu proses pemadaman, mengingat terbatasnya jumlah personel dan alat kelengkapan yang dimiliki.
Baca juga: Menyala Sejak Semalam, Kebakaran Lahan di Kariangau Balikpapan Meluas hingga 1 Hektar
"Kemarin kita kesulitan karena peralatan kita minim, itu dari siang sampai malam, jadi kita hanya padamkan yang terjangkau selang saja. Dan itu bisa dipadamkan, untung ada hujan, kalau tidak ada hujan angkat tangan juga kita," tuturnya.
Lebih lanjut Darmawan mengatakan, bila kebiasaan warga membuka lahan di bulan Juli dan Agustus menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Pihaknya pun terus memberikan edukasi kepada warga terkait kebiasaan membuka lahan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Ini memang kebiasaan warga untuk membuka lahan di Bulan Juli Agustus ini, dan kita terus berikan edukasi agar potensi kebakaran lahan ini bisa dihindarkan," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karhutla-di-bulungan-tanjung-selor.jpg)