Berita Kukar Terkini
PHKT Rencana Kembangkan Migas di Muara Sembilang, Bupati Kukar Minta Perhatikan Lingkungan Hidup
Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berencana mengembangkan kegiatan di Lapangan Sapi Kelurahan Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanega
Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berencana mengembangkan kegiatan di Lapangan Sapi Kelurahan Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Hal itu upaya merupakan peningkatan produksi Migas yang ditetapkan Pemerintah RI.
"Dengan kegiatan ini diharapakan bisa menambah cadangan Migas untuk ketahanan energi RI," ujar Raam Krisna, General Manager Zone 10 Pertamina Hulu Indonesia, kepada Bupati Kukar Edi Damansyah saat perbincangan secara daring tentang Pengembangan Lapangan Sapi Kelurahan Sembilang, Samboja, Senin (2/8/2021) kemarin.
Krisna mengatakan, dengan kenaikan produksi Migas, maka akan memberikan dampak bagi negara, demikian juga dengan wilayah sekitar tentunya dalam hal ini Samboja, Kukar khususnya.
“Untuk itu kita berharap dukungan Pemkab Kukar untuk kegatan tersebut,” tuturnya.
Baca juga: PHKT Peduli Lingkungan, Programkan Tanam 8.000 Bibit Mangrove di Pantai Biru Kersik
Senada dengan Krisna, Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris menyebut PHKT akan melakukan pekerjaan besar dan panjang menggali potensi Migas di Lapangan Sapi.
"Kami harap dukungan Pemkab Kukar, lapangan Sapi ini berdekatan dengan Pesisir Samboja, ini tentunya perlu direncanakan dengan matang dan bekerjasama dengan masyarakat setempat agar kegiatan berjalan lancar," harapnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah berharap kegitan PHKT di Lapangan Sapi Muara Sembilang agar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam semua aspek, terutama lingkungan, baik lingkungan hidup maupun terkait masyarakat sekitar operasi.
Untuk itu, Edi mengingatkan stakeholder terkait agar tak lepas dari ketentuan tersebut, di antaranya yakni Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
"Kita jangan terlepas dari kajin dokumen UKL-UPL ini, aktifitas ini (pengembangan Migas.red) wajib memperhatikan lingkungan, jadi harus dikonsep dengan baik," tegasnya dalam rilis prokom setkab Kukar.
Baca juga: PHKT Mulai Alirkan Gas Melalui Jaringan Gas di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara
Edi mengingatkan, agar rencana PHKT tersebut terkomunikasikan dengan baik dan intens kepada semua yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, hingga ke tingkat Kelurahan. Hal itu menurut Bupati agar kegiatan berjalan dengan lancar.
"Komunikasi sangat penting, kita punya tekad yang sama kegiatan Migas untuk negara ini bejalan dengan baik dan lancar. Tentu kami harap juga berdampak pada pendapatan Kabupaten Kukar untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Jadi jangan ragukan komitmen kami mendukung proyek pemerintah ini," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diskusi-virtual-phkt.jpg)