Kamis, 23 April 2026

Berita Viral

Nasib Pebalap Liar di Balikpapan dan Samarinda, Kasus Jadi Berat Jika Terbukti Jadi Ajang Perjudian

Nasib pebalap liar di Balikpapan dan Samarinda, kasus jadi berat jika terbukti jadi ajang perjudian

Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Satlantas Polresta Balikpapan mengamankan 3 orang tersangka balap liar berinisial R (18), I (26), dan Y (25) malam tadi, Selasa (3/8/2021). TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO - Di masa PPKM level 4, ajang balap liar malah marah di dua kota besar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Aksi balap liar muda-mudi ini terekam kamera dan viral di media sosial.

Alhasil, polisi pun menangkap para 'rider' balap liar yang meresahkan warga ini.

Aksi balap liar pun disinyalir menjadi ajang perjudian.

Jika benar, sanksi berat bakal menimpa para pelaku balap liar, tersebut.

Di Balikpapan, ada video sempat viral di media sosial dengan konten berupa aksi balap liar yang diduga terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

Baca juga: NEWS VIDEO Detik-detik Polisi Dikeroyok Geng Motor di Jaksel saat Bubarkan Balap Liar

Setelah beredar luas, tak berselang lama pihak kepolisian mengambil tindakan.

Malam tadi, Satlantas Polresta Balikpapan langsung  menjemput pelaku yang terekam dalam video viral tersebut di rumah masing-masing.

Pelaku berinisial R (18), I (26), dan Y (25). Adapun Y tidak termasuk dalam pelaku balap liar, melainkan semata penonton yang kemudian viral akibat menggaungkan pernyataan "Balikpapan ini, bosku."

"Jadi karena viralnya video tersebut dan masyarakat banyak melapor, baik itu melalui instagram dan sebagainya, kita langsung menindaklanjuti," ujar Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol Irawan Setyono.

Dari video tersebut, terlihat seseorang yang belum diketahui identitasnya tampak memegang sejumlah uang tunai.

Demikian dari balapan tersebut disinyalir menjadi ajang taruhan sebagian orang.

Hanya saja, Irawan belum menyimpulkan hal tersebut.

Katanya, dugaan ajang taruhan itu perlu dilakukan pemeriksaan mendalam dari keterangan pelaku yang terlibat.

"Kita masih dalami apakah itu hanya sekedar untuk viral dengan memperlihatkan uang tersebut atau memang benar-benar ada perjudian di situ," terang Irawan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved