Kamis, 9 April 2026

Berita Malinau Terkini

Refleksi Hari Masyarakat Adat Sedunia di Malinau, Rangkul Pemuda Lewar Karya Seni dan Budaya

Senin (9/8/2021) hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia. Peran masyarakat adat di tengah kemajuan teknologi dan informas

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang. Ia menyampaikan, upaya melestarikan masyarakat adat adalah dengan mempertahankan struktur dan kelembagaan adat daerah. TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Senin (9/8/2021) hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia.

Peran masyarakat adat di tengah kemajuan teknologi dan informasi sebagai penjaga ekosistem alam dan kontrol sosial masyarakat sangat diperlukan.

Ekosistem terbaik yang tersisa di bumi dirawat dan dijaga oleh masyarakat adat.

Ketua Adat Dayak Lundayeh, Paulus Belapang saat diwawancarai TribunKaltara.com menyampaikan, upaya melestarikan masyarakat adat adalah dengan mempertahankan struktur dan kelembagaan adat daerah.

"Masyarakat adat, khususnya lembaga adat punya peran penting di daerah. Ada nilai-nilai universal dalam kearifan lokal. Ada fungsi kontrol sosial, menjaga kondusivitas daerah, dan ada relasi dengan bumi, merawat dan menjaga kelestarian alam," ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Masyarakat Adat Minta Pemerintah Seriusi Isu Kerusakan Hutan dan Lingkungan di Malinau

Menurutnya, peran penting masyarakat adat, khusunya dalam menjamin kelestarian hidup masyarakat dan semangat yang hidup untuk menjamin keberlanjutan ekosistem di masa mendatang.

Ditanya mengenai keberlanjutan warisan leluhur, Paulus Belapang mengakui semakin hari semakin sedikit pemuda yang peduli dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Namun, dirinya menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi dari perubahan zaman yang dinamis.

Sebagai orang tua dan sebagai Ketua Adat, ia menyampaikan pola pendekatan adalah hal penting untuk merangkul kawula muda.

"Memang karena zaman selalu berubah, jadi ada penyesuaian. Ada yang mulai lupa dan acuh terhadap nilai dan kearifan lokal. Tapi, sebagai orang tua, kami sebagai Ketua Adat memikul tanggung jawab besar mewariskan nilai-nilai ini kepada generasi pelanjut," katanya.

Paulus Belapang menerangkan, salah satu cara terbaik untuk merangkul generasi muda adalah dengan karya. 

Baca juga: Masyarakat Adat Disebut Sebagai Keistimewaan Kawasan Kayan Mentarang Malinau

Sebab, pemuda saat ini cenderung tertarik pada karya.

Menurutnya, melalui kesenian daerah, nilai-nilai leluhur dapat diwariskan kepada generasi pelanjut, demikian halnya untuk kelestarian struktur dan masyarakat adat di Malinau.

"Kita bersyukur di Malinau, muda-mudinya mencintai seni. Seni adalah bagian yang menyatu dengan budaya. Jadi kita sebagai orang tua masuk lewat kesenian, lewat karya. Untuk pemuda di Malinau, saya rasa, suku adat apapun, masih besar harapan kita kepada mereka," ungkapnya.

Sejumlah Ketua Adat di Kabupaten Malinau telah mengadakan pertemuan terkait Sosialisasi Perda Provinsi Kaltara 1/2020 tentang Penyelenggaraan Lembaga Adat.

Sosialisasi tersebut difasilitasi oleh Anggota Komisi 3 DPRD Kalimantan Utara, Hendri Tuwi bertempat di Cafe Tubu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved