Berita Kukar Terkini
Program Aspirasi DPR RI, BPTP Kaltim Panen Benih Padi 18 Hektare di Dua Desa di Kukar
Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin, (9/8/2021) kemarin, di lahan seluas 18 Hektar di dua desa yaitu Desa Sebuntal dan Desa Semangko
Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pengembangan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus digalakan.
Melalui program anggota DPR RI dari Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono yang diwakili Wakil Ketua DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi dan anggota DPRD Kukar, Maruf Marjuni, bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan panen benih padi yang digelar di Desa Semangko, Kecamatan Marang kayu, Kabupaten Kukar.
Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin, (9/8/2021) kemarin, di lahan seluas 18 Hektar di dua desa yaitu Desa Sebuntal dan Desa Semangko Kecamatan Marangkayu, dengan hamparan sekitar 500 hektare.
“Harapannya inovasi yang diterapkan diadopsi oleh petani yang berada di sekitar lahan petani binaan,” ujar Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim, Fausiah T Ladja.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 33 hektare program aspirasi benih padi dari Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono, dimana sekitar 18 hektare dikembangkan di Desa Semangkok dan Desa Sebuntal di Marangkayu, Kukar dan sisanya dikembangkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Baca juga: Panen Perdana, BPTP Balitbangtan Kaltim Siapkan 9 Hektar Pengembangan Jagung Komposit di Kukar
“Selain padi, ada juga program benih jagung di Kukar, yang ditargetkan bisa menghasilkan benih 9 ton,” jelasnya.
Fausiah menjelaskan, Inovasi Teknologi yang diterapkan dalam sektor pertanian padi tersebut yakni penggunaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), Perangkat Uji Tanah Sawah(PUTS), Pengendalian hama dan penyakit, Sistem tanam Transplanter Jajar Legowo (Jarwo 2:1 dan 4 :1).
“Panen juga dilakukan secara mekanisasi yaitu combain harverster,” terangnya.
Karena adanya perubahan iklim ucap Fausiah, seperti curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanaman terendam sehingga terserang hama penyakit dan hasil menurun bila dibadingkan dengan tahun sebelumnya.
Namun, dengan adanya pendampingan oleh tim BPTP Kaltim Hasil Ubinan diperoleh 5,3 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP). Sedangkan petani hanya memperoleh hasil rata – rata sekitar 2,5 – 3 ton per hektar GKP.
Baca juga: BPTP Kaltim Serahkan Aset Taman Teknologi Pertanian ke Pemkab Kukar
“Dapat dilihat bahwa dengan adanya pendampingan, petani dapat memperoleh hasil 25 persen per hektar,” pungkasnya.
Tak hanya di sektor padi kata Fausiah, program kerjasama antara BPTP Kaltim dan Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono di Kabupaten Kukar juga melaksanakan program pengembangan jagung komposit yang telah dilaksanakan pekan lalu di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Dimana, pengembangan jagung komposit tersebut dilaksanakan di sembilan hektar di Kukar, dimana delapan hektar berada di Kecamatan Tenggarong dan satu hektarnya berada di Kecamatan Sebulu.
“Targetnya kita akan menghasilkan sembilan ton benih jagung komposit dan hasilnya akan diserahkan ke mitra kita dalam kerjasama ini kemudian akan serahkan ke kelompok tani yang ada di Kaltim,” pungkasnya.(*)
Sementara itu, anggota DPRD Kutai Kartanegara, Ma’ruf Marjuni mengatakan, seiring kemajuan telnologi kedepan, harapannya pengembangan pertanian di Kukar bisa sejalan dengan rencana ditetapkannya Kaltim, khususnya sebagian Kukar menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru.
Baca juga: Kurangi Inflasi di Tarakan, Kadis Pertanian Ajak Tanam Bawang Merah, Gandeng BI dan BPTP Kaltim