Sabtu, 25 April 2026

Virus Corona di Berau

Angka Kasus Covid-19 di Tanjung Redeb Berau Tertinggi, Isolasi Mandiri di Rumah tak Efektif

Satgas Kelurahan Tanjung Redeb mengakui kasus positif Covid-19, masih menjadi yang tertinggi di antara wilayah lainnya.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kegiatan Satgas Kelurahan Tanjung Redeb, dalam menekan kasus positif Covid-19 yang tinggi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Satgas Kelurahan Tanjung Redeb mengakui kasus positif Covid-19, masih menjadi yang tertinggi di antara wilayah lainnya di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Lurah Tanjung Redeb, Harjupri mengakui sesuai data terpadu, kasus pihaknya mencapai sebanyak 261 per 9 Agustus 2021.

Dalam setiap kegiatan, evaluasi yang pihaknya tangkap yakni adanya mobilitas di kelurahan yang tinggi, serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang masih rendah.

“Dua itu poin yang saya pikir akhirnya peningkatan tidak ada hentinya, dibandingkan wilayah kelurahan lain,” jelasnya kapada TribunKaltim.co.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Berau, Ingin Bantuan Modal untuk Usaha di Tengah Pandemi Covid-19

Sebagian dari angka tersebut, pasien menjalani isolasi mandiri. Lainnya dirawat di RSUD Abdul Rivai dan Rumah Sakit Darurat Eks Hotel Cantika. Untuk per masing-masing tersebut, pihaknya belum memiliki datanya.

Harjupri mengakui, tentu ada kerawanan saat masyarakat melakukan isolasi mandiri, apalagi telah terjadi kematian akibat isolasi mandiri. Kendati pihaknya telah menempelkan stiker pada rumah yang menjalankan isoman.

Untuk pemantauan rutin, dilakukan lewat ketua RT, selaku Ketua Satgas Covid-19 tingkat RT.

Selalu diingatkan untuk pemantauan dan taat prokes. Jika ada yang bergejala karena pernah kontak dengan pasien positif harap segera lapor agar dapat dilakukan antigen test.

“Adapun pemburukan kondisi, agar segera lapor, lantaran harus segera dirujuk ke RSUD,” ungkapnya.

Namun, pihaknya menemukan evaluasi bahwa isolasi mandiri di rumah tidak begitu efektif dan menghambat kasus baru.

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Pemkab Berau Bersiap Bentuk Ruang Isolasi Terpusat

Harjupri meminta agar Pemkab bisa membentuk isolasi Terpusat baik dari pihak kelurahan, maupun kecamatan.

“Akan lebih baik, jika memang ada isolasi terpadu, akan lebih gampang mengontrol pasien. Jika pun ada, pesan Satgas besar dan kecilnya kasus dan daya tampung harus sesuai,” ungkapnya.

Walaupun masih banyak masyarakat yang tidak patuh, Harjupri memberi apresiasi kepada masyarakat yang mematuhi dan mengambil sikap, terutama yang telah teredukasi dengan baik.

Dia mencontohkan, salah satu masyarakatnya yang isoman namun pada malam hari sekitar jam 3, harus meninggal dunia, lantaran tidak sempat tertolong. Sebab, pihak keluarga dan tetangga telah terdukasi dengan baik, langsung mengabari RSUD, dan pihak RSUD melangsungkan prosedur pemeriksaan.

“Setelah ditangani RSUD Abdul Rivai, hasil lab yang keluar ini memang positif Covid-19, dan pemakaman dilaksanakan secara prosedural. Kami harap bisa menjadi contoh lain,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved