Virus Corona di Tarakan
Tambah Tempat Tidur, Tampung Pasien Covid-19 di Tarakan yang Bergejala Berat
Menyikapi angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara maka pihak Rumah Sakit Umum.
Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menyikapi angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara maka pihak Rumah Sakit Umum Kota Tarakan atau RSUKT, kembali menambah jumlah tempat tidur.
Dibeberkan Walikota Tarakan, dr. Khairul, sembari menunggu bantuan oksigen tiba kata Khairul, ruang perawatan isolasi pasien juga akan ditambah.
Sebelumnya pada Jumat lalu, Panglima TNI menyerahkan 40 unit oksigen konsentrator kepada Wali Kota Tarakan. Dan jatahnya untuk RSUKT sebanyak 12 unit.
“Supaya pasien yang sedang berat bisa ditampung. Karena ada juga pasien sedang tak bisa ditampung karena tempatnya habis. Kita berharap ini dibuka,” jelasnya kepada TribunKaltara.com pada Rabu (11/8/2021).
Baca juga: Vaksin Moderna Bagi Tenaga Kesehatan di Tarakan, Terpapar Covid-19 Tunggu Jeda 3 Bulan
“Mudahan akan menampung semua baik bergejala sedang mapun bergejala berat,” ujarnya.
Ia berharap, untuk yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan masuk kategori OTG bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing saja.
Khairul menyebutkan, saat ini kemampuan atau daya tampung pasien di RSUKT sekitar 22 orang pasien.
“Mudah-mudahan bisa dinaikkan dua kali lipat. Ditambah dengan sebelah, di Labkesda yang akan kita tambah ruang rawat inapnya, muat sampai 50, jadi total kita punya kapasitas sekitar 100. Tapi ini masih harus cari tenaga lagi,” ujarnya.
Kemungkinan lanjutnya, bisa saja merekrut tenaga yang ada di puskesmas untuk sementara.
Baca juga: Banyak Dosen di Tarakan Belum Dapat Vaksin Covid-19
“Mungkin sudah bisa dimulai Jumat untuk penambahan tempat tidur. Dan pasien bisa masuk bertambah sambal disiapkan di Labkesda untuk penyiapan tempat tidur, alat, dan tenaga perawatnya,” beber Khairul.
Ia berharap sembari usaha dan upaya sudah dilakukan RSUKT, angka kasus Covid-19 di Kota Tarakan perlahan menurun. Sehingga tidak begitu menjadi beban.
Lebih jauh, ia menjelaskan soal anggaran yang dikeluarkan dari Pemkot Tarakan, selanjutnya pemberian anggaran menggunakan dana BLU dari RSUKT sendiri. Termasuk untuk penambahan ruang rawat inap.
“Ada dana mereka yang kelola sendiri itu yang digunakan. Nanti tenaganya kan direkrut atau dikontrak misalnya tiga bulan. Kalau sudah selesai masa kerjanya dilepas tugaskan,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dalam-mengadapi-pasien-bergejala-ringan.jpg)