Breaking News:

Virus Corona di Berau

Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Secara Paksa, Kapolres Berau: Akan Berujung Pidana

Kepolisian Resor Berau bersama dengan Kodim 0902/Berau dan Kejaksaaan Negeri Berau akan menindak tegas orang yang melawan petugas di saat pandemi.

TRIBUNKALTIM/RENATA ANDINI P
Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dua kali pengambilan jenazah pasien Covid-19 terjadi di Berau.

Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono tegaskan perilaku tersebut akan berujung pidana.

Lantaran, kejadian tersebut sama dengan melawan petugas saat menjalankan tugas pencegahan, penanggulangan dan pendisiplinan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Tidak terkecuali mengambil paksa jenazah pasien Covid-19.

“Saya mengetahui sudah dua kali terjadi di RSUD Abdul Rivai. Dan sebenarnya terjadi kesalahpahaman lantaran terlambatnya hasil swab PCR dari klinik swasta,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (9/8/2021).

Sebab itu, Kepolisian Resor Berau bersama dengan Kodim 0902/Berau dan Kejaksaaan Negeri Berau akan menindak tegas orang yang melawan petugas di saat pandemi seperti sekarang, dan ancaman pidana.

Baca juga: Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Terjadi Dua Kali di Berau, Dinkes: Antisipasi Kejadian Berulang

Adapun dijelaskan Anggoro, hukum diperkuat dalam Pasal 212 KUHP tertuang, pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pasal 214 KUHP, paksaan perlawanan dengan bersekutu akan mendapatkan pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, serta pidana penjara paling lama dua belas tahun jika terdapat luka berat. Mengikuti, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

“Tindakan yang diambil dan keputusan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dengan itu, menyusul terjadinya pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19, Polres Berau saat ini siap memberikan pengamanan dengan menempatkan personelnya di Rumah Sakit.

“Sudah kami instruksikan, kami masuk dalam bagian dari Satgas. Kita tempatkan di Rumah Sakit agar tidak terulang dan bisa sekaligus ditangani,” bebernya.

Anggoro menegaskan sekali lagi, agar masyarakat tidak termakan Hoax terkait Covid-19 yang beredar melalui medium manapun.

Menurutnya, masyarakat harusnya lebih peka dan lebih hati-hati di peningkatan kasus yang semakin tinggi.

“Kami segera tempatkan personel, keluarga saya mohon untuk tidak seenaknya menyerbu rumah sakit dan membawa pulang jenazah, kita harus saling melindungi masyarakat,” tutupnya. (*)

Berita tentang Berau

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved