Wawancara Eksklusif
WAWANCARA EKSKLUSIF Bupati KTT Ibrahim Ali, Harus Lari Kencang Kalau tak Bisa Silakan Istirahat
Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali-Hendrik bertekad untuk mewujudkan Kabupaten Tana Tidung "Bermartabat, Sejahtera, Indah dan Humanis".
Penulis: Risnawati | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM.CO - Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali-Hendrik bertekad untuk mewujudkan Kabupaten Tana Tidung "Bermartabat, Sejahtera, Indah dan Humanis (BERSIH)".
Apa program prioritas di tahun pertama menjabat, berikut lanjutan wawancara eksklusif dengan Bupati KTT Ibrahim Ali:
Apa yang akan Bapak Bupati bersama wakil di satu tahun pertama untuk kemajuan Kabupaten Tana Tidung?
Kami memiliki program Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ada, yakini peningkatan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih dan peningkatan pembangunan jalan dengan kondisi baik di seluruh wilayah Kabupaten Tana Tidung.
Walaupun di masa pandemi Covid-19, berbicara pembangunan infrastruktur, kami tetap jalan. Sekitar hampir Rp 80 miliar kegiatan infrastuktur sudah kita kucurkan dan sudah mulai dilaksanakan.
Sudah mulai kontrak dan selesai lelang antara lain rekonstruksi Jalan Aki Yulot, rekonstruksi jalan Sesayap-Sengkong, peningkatan pembangunan jalan Seputuk-Kapuak, dan rekonstruksi Jalan Sambungan-Tengku Dacing.
Kemarin saya juga sudah memonitoring jalan poros Desa Bebatu menuju Desa Sengkong.
Saya juga sudah membuat desain untuk mereview desain pusat pemerintahan, dan ada beberapa kegiatan lain. Termasuk kita membuat RISPAM untuk peningkatan kualitas air bersih.
Jadi saya fokus kepada pelayanan dasar dulu. Ini semua kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang ada di Tana Tidung.
Ada mimpi ke depan Pak Bupati, dibangun seperti apa KTT?
Saya sudah mendapat data pembagian wilayah untuk potensi sektor pertanian, sektor wisata, dan lain-lain.
Kemarin kita dapat hasil kajian dari Unmul yang dilaksanakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Pemprov Kaltara, bahwa KTT ini memang mendapat jatah sektor pariwisata.
Kalau saya melihat konsep ke depan memang fokus kepada sektor pariwisata, tapi tentunya ini harus bisa garap secara maksimal.
Dan saya lihat sektor pariwisata kita fokus bagaimana menghidupkan adat istiadat dan budaya Tana Tidung. Karena saya melihat, ketika kita berbicara moderenisasi tidak akan bisa mengalahkan Kota Tarakan.
Tapi saya yakin ke depan, tingkat stres di kota pasti akan tinggi, dan mereka pasti ingin mencari di mana sih tempat wisata yang memang bisa menyajikan wisata yang berbasis alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ibrahim-ali-saat-tampil-dalam-talkshow.jpg)