Hari Kemerdekaan RI

Satgas Pamtas RI-Malaysia akan Kibarkan Bendera di Puncak Benteng Pertahanan di Nunukan

HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Satgas Pamtas RI-Malaysia bakal mengibarkan bendera merah putih di puncak Benteng Pertahanan Nunukan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Geladi bersih upacara HUT ke-76 di puncak Benteng Pertahanan, Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Senin (16/08/2021), pagi.TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Angga Guruh 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Satgas Pamtas RI-Malaysia bakal mengibarkan bendera merah putih di puncak Benteng Pertahanan, Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan.

Danki SSK II Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, Difiv 3 Kostrad, Lettu Arh Angga Guruh, mengatakan, esok pagi pukul 09.00 Wita, anak muda di perbatasan bakal kibarkan bendera di ketinggian 170 meter, puncak Benteng Pertahanan.

Menurutnya, puncak Benteng Pertahanan menjadi lokasi pengibaran sang merah putih pada 17 Agustus esok, lantaran lokasi tersebut merupakan tempat bersejarah, bekas konfrontasi RI-Malaysia pada tahun 1965 silam.

Dari pengakuan Kepala Desa dan masyarakat setempat, Angga, lokasi yang kini disebut sebagai Benteng Pertahanan itu, puluhan tahun lalu dijadikan perkubuan pertahanan oleh tentara Inggris.

Baca juga: Kumpulan Puisi Singkat Bertemakan Kemerdekaan, Bagikan ke Media Sosial Pada HUT ke-76 RI, Merdeka!

Pada saat itu, tentara Inggris yang tergabung dalam pasukan sekutu membantu Malaysia dalam peristiwa konfrontasi RI-Malaysia pada tahun 1965

"Jadi di Desa Sekaduyuntaka terdapat lokasi bersejarah. Lokasi itu tempat gugurnya pahlawan atau kalau disebut warta setempat Benteng Pertahanan. Sehingga kami mencoba untuk melestarikan tempat bersejarah itu, agar lebih terawat dan bisa menjadi dayak tarik tersendiri bagi masyarakat umum. Sehingga publik tau kalau di perbatasan ada lokasi bersejarah," kata Angga Guruh kepada TribunKaltim.Co, Senin (16/08/2021), pukul 14.30 Wita.

Sementara itu, petugas upacara kata Angga berasal dari pemuda-pemudi karang taruna Desa Sekaduyuntaka.

Adapun sebagai inspektur upacara 17 Agustus di lokasi bersejarah itu yakni Kepala Desa Sekaduyuntaka, Putra Sinar Jaya.

Sebelum melaksanakan upacara di puncak Benteng Pertahanan, terlebih dahulu Satgas Pamtas bersama perangkat desa dan masyarakat melakukan pembentangan bendera raksasa di Perairan Muara Besar.

"Rencana, pukul 09.00 Wita, pembentangan bendera raksasa sudah selesai.Nanti para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemerintahan akan bergeser ke lokasi upacara.

Masyarakat lainnya tidak diikutkan ke lokasi upacara, karena tempatnya tidak terlalu luas dan berada di atas bukit yang tingginya 170 meter," ucapnya.

Setelah melaksanakan upacara, Satgas Pamtas akan memberikan pendidikan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di perbatasan.

Baca juga: Besok HUT Republik Indonesia ke 76, Ini Puisi Kemerdekaan untuk Bangkitkan Jiwa Nasionalisme

Angga berharap melalui upacara di Benteng Pertahanan, dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, utamanya anak muda di perbatasan.

"Harapan kami anak muda di perbatasan bisa meneruskan keteladanan para generasi terdahulu. Apalagi Desa Sekaduyuntaka terdiri dari beragam etnis, tapi sejauh ini bisa hidup berdampingan. Tidak seperti di wilayah lain," ujarnya.

Bahkan, beber Angga informasi dari Kepala Adat Kenya di desa itu, menyampaikan bahwa tertua adat Dayak Se-Kaltara mengakui dan menjadikan Desa Sekaduyuntaka sebagai percontohan dalam hal hidup bermasyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved