Kamis, 16 April 2026

Aplikasi

Imingi Kupon Game & Nonton Gratis, Aplikasi Android Ini Berisi Malware, Bisa Meretas Facebook

Waspada aplikasinini, iming-imingi kupon game, nonton Netflix dan siara sepakbola gratis, ternyata 9 aplikasi ini berisi malware.

ISTIMEWA
Ilustrasi malware di Android - Imingi Kupon Game & Nonton Gratis, Aplikasi Android Ini Berisi Malware, Bisa Meretas Facebook 

Google mengaku telah menghapus sembilan aplikasi yang disusupi malware FlyTrap ini dari Play Store.

Nah, apabila Anda sudah terlanjur menginstal salah satu aplikasi yang tercantum dalam daftar di atas, sebaiknya segera hapus dari perangkat Anda.

Untuk mencegah malware ini berjalan di ponsel Android, pengguna sebaiknya tidak menginstal aplikasi dari situs ketiga (sideloading) atau sumber yang meragukan.

Pengguna juga bisa memanfaatkan aplikasi antivirus untuk mencegah aplikasi berbahaya yang mengandung malware atau program jahat lainnya.

9 Aplikasi yang Bisa Curi Password Facebook

Kasus pencurian data pribadi di internet kerap kali terjadi.

Banyak cara yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi seseorang, seperti melalui surel phishing dan aplikasi tertentu.

Bulan Juli 2021 lalu, pengembang aplikasi antivirus Dr. Web mengklaim ada sembilan aplikasi Android yang diduga telah disusupi oleh program berbahaya (malware) jenis Trojan yang bisa mencuri informasi kredensial atau kata sandi (password) akun Facebook.

Menurut Dr. Web, seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, aplikasi-aplikasi yang diklaim telah diunduh lebih dari lima juta kali tersebut sebenarnya berjalan normal, namun dengan fitur terbatas.

Konon, jika ingin menggunakan fitur-fitur ekstra lainnya atau menghilangkan iklan, pengguna harus masuk (login) menggunakan akun Facebook mereka terlebih dahulu.

Laman login Facebook yang muncul sendiri terlihat normal dan meyakinkan, sebagaimana ilustrasi gambar berikut.

Namun, ternyata ada proses pencurian data yang berjalan di baliknya.

Berdasarkan laporan situs Dr. Web, para oknum ini menyematkan sejumlah kode khusus yang bisa mengumpulkan informasi kredensial yang dimasukkan pengguna, termasuk username dan password Facebook.

Kemudian, informasi tersebut bakal dikirimkan ke server peretas (hacker) dan bakal disimpan di sana.

Tidak hanya informasi kredensial, para hacker ini juga bakal menerima data-data lainnya, seperti riwayat pencarian atau penelusuran (cookies) Facebook yang sedang aktif dan belum di-logout.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved