Jaringan Perampok Terungkap
Komplotan Perampok Tolak Tawaran Transfer dari Penghuni Rumah, Korban Akui Masih Trauma
Jaringan perampokprofesional kerap menyatroni perumahan elite di kawasan Balikpapan sebanyak 2 kali, di antaranya Perum Regency dan Balikpapan Baru.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jaringan perampokprofesional kerap menyatroni perumahan elite di kawasan Balikpapan sebanyak 2 kali, di antaranya Perum Regency dan Balikpapan Baru.
Sherina (22), salah satu korban sekaligus penghuni rumah di Perum Regency klaster De Royal mengatakan, saat kejadian itu, dirinya tengah terlelap, begitupun dengan anggota keluarga lain.
Di mana saat itu juga terdapat Warga Negara Asing (WNA) yang turut tinggal di kediaman Sherina ikut terkejut dengan kedatangan kelima perampok tersebut.
"Cuma bagi mereka, orang-orang ini (perampok) cuma mau ngambil barang aja. Nggak mau mencelakai. Jadi kayak mereka masih nggak apa-apa, yang penting selamat sudah," kata Sherina ditemui di Mako Polda Kaltim, Jumat (20/8/2021).
Sherina membenarkan bahwa salah satu anggota keluarganya menawarkan agar melalui transfer, namun rupanya para perampok tak berkenan.
Baca juga: Pelaku Perampokan Rumah Elit di Balikpapan Diringkus di Batam Kepulauan Riau
Sherina mengatakan, perampok itu menolak dan hanya meminta agar korban untuk diam saja.
"Nggak tau siapa yang ngomong, pokoknya ada yang nawarin. Mereka nggak mau, cuma mau kita diam aja. Mereka cuma ambil barang aja," jelasnya lagi.
Sherina sendiri sudah menempati rumah tersebut setidaknya 6 bulan lamanya.
Di mana akibat aksi perampokan tersebut, ia mengalami kerugian hingga sekitar Rp 50 juta.
Di samping itu, aksi perampokan ini juga berimbas pada perasaan trauma saat hendak tidur, bahkan hingga hari ini.
"Ada kayak sedikit takut-takut sih kalau mau tidur. Kita ingat jamnya kan, kalau udah jam setengah 2 gitu, agak takut bawaannya," ucapnya.
Baca juga: Fakta Perampokan di Balikpapan Baru Dilakukan oleh Profesional, Korban Dilumpuhkan 4 Sosok Bertopeng
Terorganisir, Komplotan Perampok Punya Peran Masing-Masing
Polda Kaltim dan Polda Kepri berhasil meringkus sebuah jaringan perampok berskala internasional.
Sebuah jaringan yang beranggotakan 5 orang ini melancarkan aksinya di lintas provinsi hingga negara.
Di mana dalam setiap aksinya, mereka kerap menggunakan topeng dan sarung tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sherina-22-salah-satu-korban-perampokan-sekaligus-penghuni-rumah-di-perum-regency.jpg)