Berita Nasional Terkini

SINDIRAN Jenaka Sujiwo Tejo, Anggap Mural Itu Seperti Foto Mantan yang Bila Dibakar Semakin Nempel

Sindiran Jenaka Sujiwo Tejo, Anggap Mural Itu Seperti Foto Mantan yang bila dibakar justru semakin nempel ingatannya.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Aktor Sujiwo Tejo berpose di sela wawancara promo film Kafir di Redaksi Kompas.com, Jakarta, 2018 lalu. Sindiran Jenaka Sujiwo Tejo, Anggap Mural Itu Seperti Foto Mantan yang bila dibakar justru semakin nempel ingatannya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu budayawan Indonesia tersohor, Sujiwo Tejo angkat suara merespon polemik mural yang jadi sorotan publik belakangan ini.

Ramainya penghapusan sejumlah mural yang bernada kritik terhadap pemerintahan jadi perbincangan hangat publik.

Ya, Sujiwo Tejo selaku budayawan menyampaikan semacam sindiran jenaka.

Menurutnya mural itu seperti foto mantan yang bila dibakar justru semakin nempel ingatannya.

Pernyataan itu disampaikan Sujiwo Tejo saat jadi narasumber di salah satu televisi swasta tanah air.

Baca juga: PERINTAH Terbaru Jokowi untuk Kepala Daerah Seluruh Indonesia: Bulan Agustus Habiskan Stok Vaksin

Makin Dihapus Makin Nempel

Dilansir Tribunnews.com dari artikel berjudul Bila Mural Dihapus dengan Alasan Penertiban, Sujiwo Tejo Tantang Hapus juga Mural Berisi Pujian, dalam kesempatan itu Sujiwo Tejo juga menilai mural yang dihapus akan semakin menempel pada benak masyarakat.

"Mural itu seperti kerinduan, kerinduan tidak bisa dihapus, mural bisa dihapus, tapi 'Tuhan Aku Lapar' semakin nempel di orang," ungkap Tejo.

"Maka kalau misalkan menikah ada syarat membakar foto-foto mantan, maka semakin menempel foto-foto mantan itu," sambungnya.

Diketahui mural 'Tuhan Aku Lapar' viral di media sosial pada pertengahan Juli 2021 lalu.

Mural tersebut berada di Jalan Aria Wangsakara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kini mural itu sudah dihapus dengan cat hitam.

Baca juga: Tagar Muralkan Indonesia Trending di Twitter, Buntut Kasus Mural Jokowi 404: Not Found Disetop?

Diketahui sejumlah mural dihapus mulai dari mural wajah yang dianggap mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertuliskan '404: Not Found', mural 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit', hingga mural 'Tuhan Aku Lapar'.

Sujiwo Tejo menyebut jika penertiban menjadi alasan penghapusan mural, maka mural lain semestinya harus dihapus, termasuk yang bernada pujian.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved