Minggu, 26 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pertamina Berdayakan Kelompok Budidaya Lele di Sungai Wain Balikpapan, Kenalkan Lalat BSF

Pertamina RU Balikpapan dan Enviro Strategic Indonesia terus mengembangkan kelompok mitra binaan Petratonik.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/PERTAMINA
Pertamina RU Balikpapan dan Enviro Strategic Indonesia mengembangkan kelompok mitra binaan Petratonik di Sungai Wain, Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pertamina RU Balikpapan dan Enviro Strategic Indonesia terus mengembangkan kelompok mitra binaan Petratonik di Sungai Wain, Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk mengoptimalisasi pemakaian alat Black Soldier Fly (BSF), kali ini kelompok Petratonik diajarkan untuk membudidayakan lele.

Kegiatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu tujuan Tanpa Kemiskinan dan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Petratonik merupakan mitra binaan Pertamina RU Balikpapan yang mengembangkan pertanian dan peternakan terintegrasi dengan memanfaatkan lalat BSF.

Baca juga: Mengenal Kolam Edukasi SDN 008 Samarinda, Pernah Panen 1000 Ekor Ikan Lele

Pendamping dari Enviro Strategic Indonesia, Riska Dwi Noviyanti, menyebut konsep program ini adalah mengenalkan BSF.

Sebagai pakan alternatif tinggi protein untuk jenis unggas atau ikan, dapat diberikan dalam bentuk segar, kering maupun pelet.

"Produk samping lainnya, yaitu kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos alami untuk pertanian terintegrasi," katanya.

Hal senada disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU Balikpapan Ely Chandra Peranginangin

Baca juga: Pertamina RU Balikpapan Bantu Sembako Korban Kebakaran Karang Anyar

Ia mengatakan, pembinaan terhadap kelompok sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2019 yang lalu.

Konsep awal pengembangan masyarakat ini, dibentuk untuk turut menjaga lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik.

"Sampah-sampah organik kemudian dimanfaatkan sebagai media pengembangan lalat BSF," ujarnya.

Anggota kelompok Petratonik, menurut Chandra saat ini sudah mampu membudidayakan BSF dengan baik.

"Saat ini anggota kelompok telah dapat memproduksi rata-rata 23 kg maggot setiap bulannya," jelasnya.

Peningkatan produksi BSF terus dilakukan melalui pengembangan fasilitas pendukungnya.

Baca juga: Pertamina RU Balikpapan Salurkan 670 Paket Sembako, Disebar ke Warga Terdampak PPKM

Saat ini sudah terdapat bangunan yang difungsikan sebagai tempat ruang produksi larva dan ruang perkembangbiakan BSF.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved