Berita Balikpapan Terkini
Uang Raib Dibawa Lari, Kisah Owner Mi Glow Sartika Deasy Bangkit dari Keterpurukan
Kegagalan membuat kesuksesan menjadi bermakna. Setidaknya inilah yang diyakini oleh Sartika Deasy.
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Kegagalan membuat kesuksesan menjadi bermakna.
Setidaknya inilah yang diyakini oleh Sartika Deasy.
Rasanya akan mudah menghakimi kesuksesan seseorang, jika tidak mengetahui seberapa besar perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan guna mencapai titik tersebut.
Kesuksesan Sartika dalam membangun bisnis kecantikan ini pun tidak mudah.
Berangkat dari kegagalannya pernah tersandung kasus penipuan arisan,
Sartika bangkit kembali untuk membangun kerajaan bisnisnya.
Baca juga: Menilik Bisnis Kecantikan di Balikpapan, Dalam Sebulan Mi Glow Raih Rp 3 Miliar
Beberapa tahun lalu, nama ibu dari 3 anak ini pernah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya kalangan netizen Kalimantan Timur.
Bukan karena prestasi, Sartika saat itu terseret dalam kasus penipuan arisan.
Kala itu puluhan wanita menuntut dirinya untuk melakukan ganti rugi atas raibnya uang arisan yang dibawa lari oleh rekannya.
Tak ingin terlalu lama berada dalam pusaran kasus tersebut, Sartika pun harus rela menggelontorkan uang ratusan juta, untuk mengganti kerugian meskipun secara hukum dirinya telah dinyatakan tidak bersalah.
"Untuk mengganti seluruh kerugian itu, saya harus menjual rumah dan membanting harga hingga 2 kali lipat lebih murah agar rumah itu segera laku terjual," kenangnya.
Aset dengan harga tak kurang dari Rp 2 miliar tersebut dijual Sartika dan suami hanya seharga Rp 800 juta saja.
Padahal di dalam rumah itu penuh dengan berbagai perabotan mewah dan berkelas.
"Kebetulan saat itu suami saya memiliki bisnis rental mobil yang cukup ramai. Jadi bisa dibilang, ini merupakan aset yang sudah kami kumpulkan sejak awal berumah tangga," ungkapnya.
Bak jatuh tertimpa tangga, bisnis rental mobil suaminya itu pun macet lantaran pelanggan beramai-ramai meninggalkan bisnis itu, akibat berita tak sedap dari kasus yang dialami Sartika.
Karena telah kehabisan modal dan tak memiliki tempat tinggal, kedua pasangan ini akhirnya memutuskan untuk pindah dari Grogot ke Bontang dan menumpang tinggal di rumah orangtua Sartika.
Saat itu usia anak-anak Sartika masih di bawah 10 tahun, bahkan anak bungsunya baru berusia 1 bulan.
Ada kisah sedih yang diceritakan oleh Sartika ketika berada di tengah perjalanan tersebut.
Ia menjelaskan karena tidak memiliki uang sama sekali, terpaksa dirinya harus terus melanjutkan perjalanan dengan tidak membelikan anak-anaknya makanan.
"Saat itu saya bilang, nanti makan di rumah Kai saja karena sedikit lagi kita sudah sampai.
Padahal perjalanan masih 3 jam lagi. Saat itu hati saya benar-benar hancur. Tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa, karena uang kami hanya cukup untuk biaya transportasi saja.
Tidak pernah terpikirkan bahwa saya sampai tidak bisa membeli makanan untuk anak-anak, karena sebelumnya kehidupan ekonomi kami cukup memadai," kata Sartika dengan mata berkaca-kaca.
Di rumah orangtuanya pun ia harus menumpang selama 1,5 tahun, sebelum akhir bisa memiliki modal untuk kembali membangun bisnis.
"Saat itu kebetulan suami mendapat kepercayaan untuk berjualan beras oleh rekannya.
Tawaran ini juga diberikan atas dasar belas kasihan. Dari toko ke toko, suami saya memikul dan menawarkan beras dagangannya. Butuh waktu berbulan-bulan agar suami saya bisa mendapatkan pelanggan," jelas Sartika.
Baca juga: Mi Glow, Produk Perawatan Kulit Terjangkau Asal Balikpapan
Berkat kerja keras pantang menyerah, suami Sartika akhirnya berhasil perlahan-lahan mengumpulkan keuntungan, yang digunakan oleh wanita ini sebagai modal untuk berbisnis.
"Hal yang paling pertama saya pikirkan waktu itu adalah bisnis skincare. Berbekal pengalaman saya sebelumnya pernah berdagang produk kecantikan, saya kemudian mematangkan kembali rencana itu dan mencari maklon untuk mengurus HAKI bagi produk Mi Glow," terangnya.
Usaha itu ternyata berbuah manis. Meskipun banyak bisnis yang mengalami masa sulit selama pandemi, Sartika mengatakan sejauh ini usahanya belum mengalami masalah berarti.
Dalam menjalankan bisnis, nilai dari pantang menyerah dan kejujuran adalah dua hal yang dipegang teguh oleh Sartika.
"Bisnis itu penuh dengan tantangan. Bukan hanya tantangan dari luar saja, tetapi tantangan dari dalam diri sendiri yang bahkan tidak jarang justru membuat kita gagal.
Selain itu, kejujuran dalam bisnis itu sangat diperlukan. Banyak yang percaya bahwa apapun yang berurusan dengan uang, pasti penuh godaan.
Hal ini benar adanya. Itulah mengapa sangat penting dalam bisnis kita berlaku jujur. Gagal berbisnis karena kita jujur itu tidak masalah.
Jika kita gagal meskipun sudah jujur, ketika tiba saatnya kita berhasil maka keberhasilan itu akan semakin bermakna," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sartika-deasy-owner-skincare-bermerek-mi-glow-sabtu-21821.jpg)