Breaking News:

Gelar Webinar Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Bersama FKIP Unmul, PHM Beberkan Inovasi Pertakultur

Dalam rangka memupuk kesadaran serta menambah referensi pengalaman bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Mulawarman (Unmul)

Editor: Diah Anggraeni
HO/ PT Pertamina Hulu Mahakam
Dalam rangka memupuk kesadaran serta menambah referensi pengalaman bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Mulawarman, PT Pertamina Hulu Mahakam menyelenggarakan webinar bertajuk CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Sabtu (21/8/2021) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam rangka memupuk kesadaran serta menambah referensi pengalaman bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Mulawarman (Unmul), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelenggarakan webinar bertajuk CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Sabtu (21/8/2021).

Webinar ini menghadirkan pemateri yaitu Site Manager SPS Pertamina Hulu Mahakam, Herry Junaedy; Guru Besar Pendidikan Masyarakat FKIP Unmul, Prof. Dr. H. Saraka M Ali, M.Pd; dan petani Bumi Seraiwangi Sanipah, Mitra PHM Lapangan BSP, Yuliantoro, S.HI.

Baca juga: PHM Raih ISO 50001: 2018 Sistem Manajemen Energi untuk Lapangan SPS

Menurut Kepala Communication Relations and CID Zona 8 PHM Frans A Hukom, selain menjadi penguatan dan pengembangan bagi mahasiswa, webinar ini juga bertujuan sebagai media penyebarluasan informasi dan berbagi pengetahuan tentang gambaran implementasi program CSR PHM lapangan BSP, khususnya bagi program Petani Maju 4.0.

Selain itu, jelasnya, program berbasis pemberdayaan masyarakat ini telah melahirkan inovasi sosial Pertakultur, yaitu inovasi pertanian ramah lingkungan berdasarkan kearifan lokal Kecamatan Samboja.

"Dengan adanya local hero yang hadir memaparkan program Petani Maju, kami berharap peserta terinspirasi untuk mendukung regenerasi petani dalam pertanian ramah lingkungan guna mencapai ketahanan dan kemandirian pangan," kata Frans.

Herry Junaedy dalam pemaparannya juga turut mengenalkan konsep Pertakultur yang bertujuan untuk melatih generasi muda agar memiliki kemampuan pertanian dan pemasaran yang berwawasan lingkungan dan teknologi, dengan mengunakan aplikasi Tanam Digital.

"Program Petani Maju 4.0 telah memberikan perubahan yang mendorong pemuda sebagai pelaku perubahan dalam paradigma pertanian sebagai profesi yang menjanjikan," kata Herry.

Menurutnya, saat ini setidaknya ada 33 pemuda tani dan 30 wanita yang telah tergabung aktif di 2 Kelompok Wanita Tani (KWT).

Di sisi lain, Ismail selaku Dosen FKIP Unmul juga menyatakan hal serupa.

"Kami menyambut baik upaya yang dilakukan PHM. Karena dengan adanya webinar semacam ini, mahasiswa kami bukan hanya mendapat materi teori di bangku perkuliahan saja tetapi juga pengalaman langsung dari pelaksana di lapangan," kata Ismail.

Baca juga: PHM Terima Sertifikat ISO, Sistem Manajemen untuk Keberlanjutan Bisnis

Lebih lanjut, Ismail juga mengatakan jika topik yang disampaikan PHM tersebut bukan sekadar menarik, tetapi juga relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Mengingat CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat merupakan isu yang saat ini sedang hangat, sehingga kami pun berharap kerja sama dengan PHM ini tidak sekadar sampai pada acara seminar saja, tapi juga bisa berlanjut pada pemberian kesempatan PKL bagi mahasiswa kami guna mempersiapkan mereka untuk berkontribusi dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved