Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Bupati Bulungan Syarwani Sebut tak Ada Progres PLTA Kayan, Sang Investor Beri Respon

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan pihaknya belum melihat kemajuan progres pembangunan PLTA Kayan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
HO/PT KHE
Ilustrasi Bendungan PLTA Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan pihaknya belum melihat kemajuan progres pembangunan PLTA Kayan di desa di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (24/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan pihaknya belum melihat kemajuan progres pembangunan PLTA Kayan di desa di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Menurut Bupati Syarwani, kondisi tersebut ia dapati ketika dirinya berkunjung ke desa-desa di wilayah hulu Sungai Kayan pada pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, pihak Investor PLTA Kayan yakni PT Kayan Hydro Energy atau PT KHE mengungkapkan tidak adanya kemajuan progres pembangunan lebih disebabkan oleh kondisi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Operasional PT KHE Khaerony, saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: PT KHE Sebut PLTA Kayan Mampu Produksi 9.000 MW Listrik, Ditarget Beroperasi 2025

Di mana menurut Khaerony, beberapa pekerja yang ada di site pembangunan di Kecamatan Peso, kini terpapar Covid-19, adapun pekerja yang tidak terpapar tengah menjalani isolasi mandiri.

"Bukan tidak ada progres, di lapangan kami tidak diperbolehkan bekerja, karena ada anggota yang positif Covid-19," kata Khaerony, Selasa (24/8/2021).

Dan dari pihak Kecamatan sendiri tidak memperbolehkan dan harus isolasi mandiri, semua anggota tidak diperbolehkan bekerja hingga masa isolasi mandiri berakhir.

Ada 6 orang yang positif, jadi yang lain tidak boleh melakukan kegiatan," terangnya.

Baca juga: PLTA Kayan Belum Tunjukan Progres, Pemkab Bulungan Akan Undang Direksi PT KHE

Menurut Khaerony bila hasil tes swab antigen pekerja menunjukan hasil negatif maka pembangunan proyek PLTA utamanya gudang bahan peledak dapat dilanjutkan kembali.

"Nanti 25 ini kita tes lagi, jika negatif kita kembali bekerja, jika sudah negatif semua kami targetkan Tanggal 26 bisa melakukan kegiatan," tambahnya.

Terkait pernyataan Bupati Syarwani yang belum mendapatkan laporan terkait penyelesaian izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH.

PT KHE mengakui hingga kini pihaknya masih menunggu penerbitan IPPKH dari pemerintah pusat.

Baca juga: Progres Terkini PLTA Kayan di Kaltara, Izin Konstruksi Telah Terbit Hingga Gunung Bakal Diledakkan

"Untuk izin IPPKH sampai sekarang kami masih menunggu dan sudah beberapa kali rapat dengan Kemenhut LHK dan disuruh menunggu," katanya.

"Sekarang ini menunggu dikeluarkan dari BKPM, jadi menunggu pelimpahan dari BKPM ke Kemenhut dan LHK," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved